China memiliki sektor penyulingan yang besar, tetapi sebagian besar produksinya disalurkan untuk memenuhi permintaan domestik, artinya China bukanlah pemasok penting. Di Asia, China menempati peringkat ketiga untuk ekspor melalui laut, di belakang Korea Selatan dan Singapura.
Namun, pembatasan yang dilakukan Beijing mencerminkan upaya di kawasan yang bergantung pada impor untuk memprioritaskan kebutuhan domestik seiring dengan semakin dalamnya krisis di Timur Tengah.
Karena hampir tidak ada minyak atau bahan bakar yang keluar dari Teluk Persia sejak serangan AS dan Israel dimulai pada akhir pekan, perusahaan penyulingan dari Jepang hingga Indonesia dan India mulai mengurangi tingkat produksi dan menangguhkan ekspor.
China secara aktif berusaha untuk mendiversifikasi pasokan hidrokarbonnya dalam beberapa tahun terakhir, tetapi masih menerima hampir setengah impor minyaknya dari Teluk, termasuk hampir seluruh pengiriman dari Iran.
(bbn)






























