Perkiraan Apple bakal merilis MacBook segmen entry level sudah terdengar sejak tahun lalu. Analis teknologi Ming-Chi Kuo pada Juli tahun lalu meyakini MacBook versi terjangkau menggunakan chip A18 Pro, seperti yang dipakai iPhone 16 Pro. Langkah Apple berangkat dari harapan peningkatan penjualan, dengan target kontribusi penjualan antara 20 hingga 28% pada tahun depan.
Lini baru MacBook Apple dikhususnya menyasar pasar laptop berbiaya rendah, mencoba bersaing dengan Chromebook milik Google atau laptop murah dari Windows. Perangkat baru ini — yang dirancang untuk pelajar, bisnis, dan pengguna kasual — akan menargetkan orang-orang yang primarily browsing web, mengerjakan dokumen, atau melakukan pengeditan media ringan, seperti dilaporkan Bloomberg News November 2025.
Penggunaan chip iPhone pada MacBook “murah” sendiri disebut-sebut mengutamakan efisiensi energi jika dibandingkan performa maksimal chip M. Konfigurasi dasar yang dapat mencakup RAM 24 GB dan penyimpanan 512 GB, ditambah dengan layar yang menyertakan dukungan ProMotion untuk kecepatan refresh variabel.
Model A3404 ini terdaftar bersama MacBook Air M5 baru dan MacBook Pro yang baru saja dirilis. Meski sempat bocor, perusahaan tetap merahasiakan produk ini hingga pengumuman resmi tiba.
Desain MacBook Neo disebutkan terinspirasi oleh identitas visual yang dinamis. Penggunaan material yang lebih ringan untuk dapat menjamin mobilitas pengguna.
Nantinya, perangkat juga terintegrasi penuh dengan ekosistem layanan cloud Apple. Serta berfokus pada efisiensi energi untuk memastikan masa pakai baterai yang lama.
Harga MacBook Neo diperkirakan bervariasi, dan perkiraan awal antara US$599 hingga US$799. Masuknya Apple ke dalam kisaran harga ini menjadikan produknya menarik bagi pengguna baru.
(wep)



























