Logo Bloomberg Technoz

Sandiaga Uno Ungkap Keluhan Investor di Destinasi Superprioritas

Krizia Putri Kinanti
12 July 2023 13:40

Menteri Pariwisata Sandiaga Uno saat ditemui setelah peresmian KEK Lido, Jumat (31/3/2023). (Bloomberg Technoz/ Tara Marchelin)
Menteri Pariwisata Sandiaga Uno saat ditemui setelah peresmian KEK Lido, Jumat (31/3/2023). (Bloomberg Technoz/ Tara Marchelin)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno memaparkan alasan rendahnya minat investor masuk ke 5 Destinasi Superprioritas (DSP), yang memicu penanaman modal di megaproyek turisme itu terpaut jauh dari ekspektasi pemerintah.

Untuk diketahui, DSP mencakup Borobudur, Likupang, Mandalika, Danau Toba, dan Labuan Bajo. Per semester I-2023, investasi yang masuk untuk pengembangan kawasan-kawasan tersebut baru mencapai Rp5,31 triliun alias jauh dari target US$6 miliar—US$8 miliar (Rp90,51 triliun—Rp120,68 triliun).

Adapun, nilai proyek eksisting di 5 Destinasi Superprioritas mencapai Rp172 triliun yang dananya juga bersumber dari investasi pemerintah. Di sisi lain, komitmen investasi baru yang masuk hanya mencapai Rp1,55 triliun.

Beberapa investasi lainnya dalam catatan kami sudah ada, tetapi betul, saya lihat masih jauh dibandingkan dengan potensi yang kita miliki.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno

“Isu-isunya klasik seperti permasalahan konektivitas, jumlah penerbangan, ketersediaan lahan, kompleksitas regulasi dan perizinan. Ada juga soal kesiapan sumber daya manusia [SDM] atau masyarakat di DSP untuk menerima pariwisata [sebagai industri andalan daerah],” ujar Sandi, mengelaborasi soal keluhan investor di DSP kepada Bloomberg Technoz, Selasa (11/7/2023) malam.

Proyek DSP sudah mulai dirintis sejak 2015. Sayangnya, hingga kini Sandi tak menampik kebutuhan infrastruktur dasar di kelima destinasi tersebut masih jauh dari memadai. Salah satu penyebabnya adalah rencana bisnis yang tidak kunjung disiapkan.