Logo Bloomberg Technoz

Deretan Risiko IPO Prodia Diagnostic Line (PRDL)

Cahya Puteri Abdi Rabbi
18 June 2026 14:50

Warga melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Warga melintas di depan layar pergerakan harga saham (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (29/1/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal Juli mendatang.

Dalam penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO), perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 522,9 juta saham baru atau setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. 

Dengan kisaran harga penawaran Rp100-Rp120 per saham, perseroan berpotensi menghimpun dana segar hingga Rp62,75 miliar dari aksi korporasi ini.


Selain itu, perseroan juga menyiapkan program Employee Stock Allocation (ESA) dengan alokasi sebanyak-banyaknya 36,6 juta saham atau setara 7% dari total saham yang ditawarkan dalam IPO.

Seiring rencana pencatatan saham tersebut, terdapat sejumlah risiko yang berpotensi memengaruhi kinerja usaha perseroan ke depan.