BMKG menjelaskan, durasi gerhana dari fase mulai hingga berakhir akan memakan waktu 5 jam 41 menit 51 detik. Untuk durasi parsialitasnya berlangsung selama 3 jam 27 menit 47 detik.
Sementara, fase Totalitas—di mana bulan benar-benar berada dalam bayangan umbra bumi—akan berlangsung selama 59 menit 27 detik.
Berdasarkan data BMKG, Gerhana Bulan Total akan dimulai pukul 18.03.56 WIB dan mencapai puncak Gerhana Bulan pada pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.
Pengamatan di wilayah Timur Indonesia memiliki visibilitas lebih baik karena dapat mengamati fase-fase awal gerhana saat bulan terbit. Sebaliknya, untuk wilayah Barat Indonesia, gerhana akan ditemukan dalam kondisi sudah berlangsung atau fase totalitas atau puncak sesaat setelah bulan terbit.
Fenomena ini akan benar-benar berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB atau tengah malam di wilayah WIT.
Daerah dengan durasi Gerhana Bulan Total paling lama
Gerhana terjadi dalam waktu 3 jam 27 menit. Totalitas tampak gerhana berkisar 16 menit di wilayah paling barat hingga 58 menit di wilayah paling timur.
Hanya wilayah Kepulauan Maluku dan Papua yang dapat menyaksikan keseluruhan fase gerhana. Hal ini mengingat bulan sudah terbit saat gerhana berlangsung. Durasi tampak gerhana tersingkat akan terjadi di Provinsi Aceh dengan durasi selama 1 jam 31 menit.
Sebagian besar daerah di Indonesia akan mengalami totalitas tampak maksimum selama 58 menit, kecuali daerah-daerah di Pulau Sumatra, Pulau Jawa bagian barat dan pulau-pulau lain di sekelilingnya.
Melihat Gerhana Bulan Total secara streaming
Bagi yang tidak bisa menyaksikan secara langsung, terdapat siaran live streaming seperti melalui unggahan di akun Instagram @bosschaobservatory, Observatorium Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB) mengumumkan akan menyiarkan langsung pengamatan gerhana bulan total mulai pukul 18.45 hingga 20.30 WIB.
Siaran ini memungkinkan masyarakat di berbagai daerah tetap menikmati fenomena langit langka meski terhalang cuaca atau polusi cahaya.
Link streamingnya bisa klik di sini.
Ajakan Shalat Gerhana Bulan
Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menjelaskan secara fiqih, shalat gerhana bulan hanya bisa digelar apabila gerhana tersebut merupakan gerhana yang kasat mata. Sehingga terlihat dengan jelas proses berubah menjadi gelapnya bagian Bulan.
LF PBNU memberikan rincian waktu shalat gerhana berdasarkan zona waktu di Indonesia.
- Waktu Indonesia bagian barat (WIB) pada Maghrib-20:17 WIB
- Waktu Indonesia bagian tengah (WITA) pada Maghrib-21:17 WITA
- Waktu Indonesia bagian timur (WIT) pada 18:50-22:17 WIT.





























