Logo Bloomberg Technoz

Jika dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level 8.235, posisi terendah tersebut mencerminkan pelemahan sekitar 2,38%.

Pergerakan IHSG pagi ini diwarnai 108 saham menguat, 629 saham melemah, dan 76 saham stagnan.

Sebanyak 22,77 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp11,59 triliun. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp14.567,51 triliun.

Pelemahan hari ini makin menekan kinerja IHSG secara tahun berjalan (year to date/ytd) yang turun 6,14%. Investor asing juga masih mencatatkan jual bersih sebesar Rp9,51 triliun sepanjang tahun ini.

Sentimen Iran

Sejumlah analis memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rawan terkoreksi imbas eskalasi konflik di Timur Tengah.

Senior Technical Analyst Sucor Sekuritas Reyhan Pratama mengatakan investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko tinggi di tengah ketegangan geopolitik global yang meningkat.

“Biasanya, ketika tensi geopolitik meningkat, pelaku pasar cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko dan melakukan aksi profit taking,” kata Reyhan saat dihubungi, Senin (2/3/2026).

Konsekuensinya, kata Reyhan, volatilitas di indeks komposit berpeluang meningkat.

“Secara teknikal support yang bisa diperhatikan jika terjadi penurunan ada di 8.025, 7.861 hingga 7.500,” kata Reyhan.

Di sisi lain, dia menambahkan, sektor energi dan komoditas seperti minyak mentah serta logam dasar berpotensi tetap kuat. Alasannya, kata dia, kemungkinan kenaikan harga minyak mentah setelah gangguan di Selat Hormuz.

“Sektor energi dan komoditas seperti minyak serta logam dasar berpotensi tetap kuat,” kata dia.

Di sisi lain, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana alias Didit menerangkan IHSG masih berpeluang menguat ke depannya. Hanya saja, tren itu kemungkinan patah dengan adanya eskalasi di Timur Tengah.

“Kami perkirakan IHSG rawan terkoreksi dengan support 8.187 dan resistance 8.281 karena adanya kekhawatiran investor atas kejadian tersebut,” kata Didit saat dihubungi.

“Kami cermati emiten-emiten terkait dengan energi dan emas, dapat menjadi pilihan investor saat ini,” kata dia.

(art/naw)

No more pages