Logo Bloomberg Technoz

Sektor-sektor padat energi seperti industri batu bara-ke-kimia dan aluminium mengalami pergeseran produksi dari daerah pesisir ke wilayah kurang padat penduduknya dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari kampanye lingkungan, serta untuk memanfaatkan energi dan sumber daya yang lebih murah. Meski hal ini memberi manfaat di kota-kota besar, sebagian wilayah barat China mengalami penurunan kualitas udara.

Polusi Udara China. (Bloomberg)

Standar baru yang akan sepenuhnya diberlakukan mulai 1 Januari 2031 akan membatasi tingkat rata-rata tahunan PM2.5 per meter kubik menjadi 25 mikrogram di sebagian besar lokasi. Hal ini dibandingkan dengan batas tahunan saat ini sebesar 35 mikrogram. Standar sementara mulai Maret akan menetapkan batas tahunan sebesar 30 mikrogram. PM2.5 adalah partikel halus yang dapat terhirup hingga ke paru-paru, atau bahkan masuk ke aliran darah.

Aturan yang lebih ketat ini akan "mendorong kota-kota di China untuk melanjutkan aksi udara bersih," kata Ma Jun, pendiri Institut Urusan Publik dan Lingkungan, organisasi nirlaba yang berbasis di Beijing. "Jika kita ingin mencapai standar baru ini, akan sangat sulit."

Sejumlah lokasi yang sensitif terhadap lingkungan seperti taman nasional atau kawasan konservasi alam perlu memenuhi standar yang lebih ketat. Kebijakan baru—yang disahkan awal bulan ini dan dijelaskan pekan ini—juga menurunkan batas konsentrasi polutan termasuk PM10, sulfur dioksida, nitrogen oksida, dan nitrogen dioksida.

Langkah China ini kontras dengan tindakan AS yang melonggarkan kontrol polusi dan mencabut "temuan bahaya" penting dari Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) yang menjadi dasar regulasi utama.

Namun, batas baru China tetap lebih lemah daripada panduan yang dikeluarkan pada 2021 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang merekomendasikan batas rata-rata tahunan PM2.5 sebesar 5 mikrogram dan batas 24 jam sebesar 15 mikrogram.

"Misi ini masih jauh dari selesai, kita harus menyadarinya," kata Ma.

Fokus berkelanjutan pada udara bersih diperkirakan akan dibahas dalam pembukaan Kongres Rakyat Nasional tahunan di Beijing pekan depan, dan dimasukkan dalam Rencana Lima Tahun ke-15 China yang akan datang, mencakup pengaturan kebijakan hingga 2030.

China pertama kali melancarkan perang melawan polusi pada 2013 setelah serangkaian peristiwa kabut asap musim dingin yang berbahaya—dan meningkatnya ketersediaan data—memicu protes publik.

Kampanye tersebut mencatat kemenangan signifikan, dan negara ini mengalami perbaikan kualitas udara tercepat di dunia, dengan konsentrasi rata-rata tahunan PM2.5 turun dari 68 mikrogram per meter kubik pada 2013 menjadi 28 mikrogram tahun lalu, menurut MEE. 

Namun, sekitar 60% kota di China masih memiliki tingkat polusi udara melebihi standar baru yang direncanakan sebesar 25 mikrogram.

(bbn)

No more pages