Seiring dengan kenaikan aset, BNBR turut mencatat lonjakan total liabilitas pada 2025 sebesar Rp18,89 triliun, lompat 5476% dibandingkan posisi liabilitas tahun sebelumnya sebesar Rp2,91 triliun.
Sementara itu, ekuitas neto BNBR bergerak ke level Rp4,67 triliun sampai akhir Desember 2025, naik 19,43% dibandingkan dengan posisi ekuitas tahun sebelumnya sebesar Rp3,91 triliun.
Kantongi Restu Rights Issue
Dalam upaya pelunasan utang terkait akuisisi tol PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) sepanjang 26 km, BNBR menyatakan telah mendapat izin pemegang saham untuk melaksanakan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Aksi ini juga dapat menimbulkan dilusi kepemilikan saham hingga maksimal 33,33% bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya.
“Perseroan menilai perlu untuk melaksanakan PMHMETD dalam rangka optimalisasi struktur pendanaan terkait Pengambilalihan PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT),” ujar Anindya kepada wartawan usai RUPSLB, Jumat (27/2/2026).
Penerbitan saham baru Seri E sebanyak-banyaknya 90 miliar saham yang berasal dari portepel perseroan dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku.
“Perseroan akan menggunakan seluruh dana yang diterimanya dari PMHMETD untuk pembayaran kewajiban Perseroan dan/atau anak perusahaan kepada kreditur, serta untuk modal kerja dan pengembangan usaha di Perseroan dan/atau anak perusahaan, termasuk CCT,” tambah Anindya.
Usai pelaksanaan aksi korporasi ini, rasio total pinjaman terhadap total aset diproyeksikan turun dari 84,28% menjadi 67,9%. Sementara rasio total pinjaman terhadap total ekuitas turun signifikan dari 536,02% menjadi 211,57%.
- Dengan asistensi Recha Tiara Dermawan dan Whery Enggo Prayogi
(naw)




























