Logo Bloomberg Technoz

Lebih lanjut, IWIP mengungkapkan insiden tersebut tidak memengaruhi kegiatan operasional perusahaan secara keseluruhan dan seluruh aktivitas operasional berjalan normal.

Manajemen menambahkan, IWIP tengah melakukan proses investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab kejadian secara menyeluruh.

“Keselamatan karyawan, mitra kerja, serta masyarakat sekitar merupakan prioritas utama IWIP. Informasi lanjutan akan disampaikan secara resmi setelah hasil verifikasi diperoleh,” tegas manajemen IWIP.

Sekadar informasi, kebakaran diduga terjadi di fasilitas penyimpanan kapur smelter hidrometalurgi berbasis high pressure acid leach (HPAL) milik PT Huafei Nickel Cobalt yang berlokasi di kawasan PT IWIP, Halmahera Tengah, Maluku Utara.

Berdasarkan berbagai video yang diunggah dan ramai beredar di media sosial, terlihat gedung yang diduga fasilitas penyimpanan kapur itu mengalami kebakaran. Kobaran api berwarna merah terlihat menyala terang melahap sejumlah bagian gedung itu.

Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Rabu (25/2/2026) malam dan belum diketahui apakah ada korban atau tidak gegara insiden tersebut.

“Kebakaran 303 batu kapur,” sebagaimana disampaikan oleh perekam video tersebut.

Dalam video yang berbeda, warga di sekitar kawasan IWIP turut melaporkan adanya bunyi ledakan yang berasal dari lokasi Huafei.

Terlihat kepulan asap tebal berwarna putih diduga muncul dari fasilitas penyimpanan kapur milik Huafei tersebut.

“Tak tau apa yang terjadi di Huafei, dalam jarak kurang lebih 1 km saja suaranya sudah seperti ini apalagi didekat,” tulis salah satu warganet yang mengunggah video tersebut.

Sekadar catatan, Huayou merupakan pemegang saham pengendali Huafei dengan porsi kepemilikan 51%. Kemudian, Eve Battery menggenggam saham Huafei sebesar 17%, Glaucous Internasional sebesar 30%, dan Lindo Investment sebesar 2%.

Huafei Nickel Cobalt dilaporkan memiliki kapasitas produksi sebesar 120.000 ton mixed hydroxide precipitate (MHP) per tahun.

(azr/wdh)

No more pages