Logo Bloomberg Technoz

Dari hasil penelitian itu, ujar Lee, pihaknya mengamati efek statis partikulat (particulate static effect): materi partikulat di udara pun dapat menghasilkan muatan permukaan pada lapisan triboelektrik. Kini, tim peneliti yang dipimpinnya telah memanfaatkan efek ini untuk mengembangkan generator listrik, di mana terinspirasi dari turbin Tesla yang dapat menghasilkan keluaran listrik berbasis pelepasan muatan listrik statis (electrostatic discharge/ESD) dengan udara bertekanan tinggi.

Temuan baru tersebut sudah dipublikasikan secara daring pada jurnal internasional Advanced Energy Materials pada 28 Desember 2025 lalu. Selain Lee, para penelitinya yaitu Seh-Hoon Chung, Chanui Lee, dan Sunghan Kim dari Universitas Chung-Ang; Dongwon Seo dan Jihoon Chung dari Institut Teknologi Nasional Kumoh (Kumoh National Institute of Technology/KIT) di Korsel; Hyungseok Yong dari Institut Teknologi Massachusetts (Massachusetts Institute of Technology/MIT) di Amerika Serikat (AS); dan Zong-Hong Lin dari Universitas Nasional Taiwan (National Taiwan University/NTU) di Taiwan. 

Turbin Tesla Rangsang Peneliti Buat Desain Pembangkit Listrik Tanpa Kontak. (dok: Universitas Chung-Ang/ilustrasi)

Sementara itu, para peneliti menganalisis efek statis partikulat dari inovasi mereka dengan mengukur muatan yang ditransfer dari udara terkompresi dan melakukan pemetaan mikroskop gaya elektrostatik (electrostatic force microscopy/EFM) pada lapisan triboelektrik. Dengan menggunakan efek ini, generator yang terinspirasi dari turbin Tesla bisa menghasilkan hingga 800 volt dan 2,5 ampere keluaran berbasis ESD tinggi pada 325 Hz dengan kecepatan putaran tinggi 8.472 putaran per menit.

Menurut hasil penelitian, tim tersebut juga mengeklaim generator mereka dapat berhasil menyuplai daya ke berbagai perangkat elektronik, memfasilitasi pengumpulan air dari kelembapan di udara, dan menghilangkan debu di udara dengan daya keluaran tinggi (high output). 

Dalam hal penerapan di kehidupan nyata, perangkat yang dikembangkan dalam penelitian ini dapat diterapkan pada sektor industri, di mana sejumlah besar udara terkompresi dan aliran udara terbuang kerap dihasilkan.

Tak hanya itu, dengan keluaran tegangan tinggi, temuan ini diklaim bisa digunakan untuk memberikan daya pada beberapa perangkat elektronik atau mengatur kelembapan dan debu di udara dengan menghasilkan ion negatif. 

Penelitian ini dapat lebih lanjut menginspirasi berbagai studi interdisipliner —mencakup berbagai aplikasi industri— yang memanfaatkan konsep pembangkitan listrik berbasis efek statis partikulat.

(far/wep)

No more pages