Bagi umat Muslim yang memilih melaksanakan tarawih di rumah, memahami tata cara serta bacaan yang tepat menjadi hal penting. Dengan demikian, ibadah tetap berjalan sesuai tuntunan syariat.
Pilihan Jumlah Rakaat dan Tata Cara
Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai jumlah rakaat salat tarawih. Di Indonesia, dua pendapat yang paling umum dianut adalah delapan rakaat dan dua puluh rakaat.
Pendapat pertama menyebutkan bahwa salat tarawih dilakukan sebanyak delapan rakaat, kemudian ditutup dengan witir tiga rakaat sehingga totalnya sebelas rakaat. Pelaksanaannya dilakukan empat rakaat salam, empat rakaat salam, tanpa tahiyat awal.
Pendapat kedua menyatakan tarawih dikerjakan dua puluh rakaat, dilanjutkan witir tiga rakaat sehingga berjumlah dua puluh tiga rakaat. Tata caranya dilakukan dua rakaat salam secara berulang hingga genap dua puluh rakaat.
Secara umum, tata cara gerakan salat tarawih sama seperti salat sunnah lainnya. Dimulai dari niat, takbiratul ihram, membaca doa iftitah, surat Al-Fatihah, ayat Al-Qur’an, hingga rukuk, i’tidal, sujud, dan tasyahud.
Jika melaksanakan dua rakaat salam, niat yang dibaca adalah:
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat tarāwīhi rak'atayni mustaqbilal qiblati lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku niat sholat sunah tarawih dua raka'at karena Allah Ta'ala"
Sementara bagi yang memilih empat rakaat salam, niatnya berbunyi:
اُصَلِّىسُنَّةَالتَّرَاوِيْحَِارْبَعَرَكَعَاتٍمُسْتَقْبِلَالْقِبْلَةِأَدَاءًِللهِتَعَالَى
Ushalli sunnatat tarawiihi arba'ata rakaatin mustaqbilal qiblati adaan lillahi ta'ala.
Artinya: “ Saya berniat salat sunah Tarawih empat rakaat dengan menghadap kiblat, tunai karena Allah SWT.”
Setelah niat, dilanjutkan takbiratul ihram dengan tuma’ninah. Kemudian membaca doa iftitah sebagaimana lazim dibaca dalam salat fardhu maupun sunnah.
Salah satu bacaan doa iftitah yang umum digunakan adalah:
“Allaahu akbaru kabiira walhamdulilaahi katsiro, wa Subhaanallaahi Bukratawn wa’ashiila, innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wamaa anaa minal musyrikiin. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiin.”
Artinya: Allah maha besar dengan sebesar besarnya. Segala puji yang sebanyak banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang orang yang menyekutukanNya.
Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagiNya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang orang yang berserah diri.”
Selain itu, terdapat alternatif doa iftitah lain yang juga masyhur di kalangan umat Islam, sebagaimana diriwayatkan dalam hadis.
Setelah membaca Al-Fatihah dan surat pilihan, gerakan dilanjutkan dengan rukuk, i’tidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua dengan tuma’ninah. Rangkaian tersebut diulang hingga jumlah rakaat terpenuhi.
Di sela setiap dua atau empat rakaat, dianjurkan membaca istighfar dan doa. Salah satu doa yang kerap dibaca adalah:
“Allohumma innaka afuwwun kariim tukhibbul afwa fa'fuanni.”
Artinya: Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku yang Maha Mulia.
Setelah jumlah rakaat tarawih terpenuhi, baik delapan maupun dua puluh rakaat, ibadah ditutup dengan doa kamilin. Doa ini berisi permohonan agar menjadi hamba yang sempurna iman dan diterima amal ibadahnya.
Sebagai penutup rangkaian salat malam Ramadan, umat Muslim melanjutkan dengan salat witir tiga rakaat. Witir dapat dilakukan dengan satu salam setelah tiga rakaat.
Niat salat witir tiga rakaat dibaca sebagai berikut:
اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal witri tsalatsa raka'atin mustaqbilal qiblati adaan lillahi ta'ala.
Artinya: Aku mengerjakan sembahyang sunah shalat witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah ta'ala.
Tata cara witir pada dasarnya serupa dengan salat sunnah lainnya. Dimulai dengan takbiratul ihram, doa iftitah, membaca Al-Fatihah dan surat, lalu rukuk hingga sujud.
Setelah menyelesaikan tiga rakaat dan salam, dianjurkan membaca doa penutup witir. Doa tersebut berisi permohonan iman yang kokoh, hati yang khusyuk, ilmu yang bermanfaat, serta diterimanya seluruh ibadah selama Ramadan.
Melalui kemudahan pelaksanaan di rumah, umat Muslim tetap dapat meraih keutamaan tarawih tanpa terhalang kesibukan. Ramadan menjadi kesempatan emas untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dengan memahami tata cara yang benar, salat tarawih di rumah tetap menghadirkan kekhusyukan dan pahala. Ibadah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum memperkuat iman di bulan yang penuh berkah.
(seo)




























