“Kalau untuk teman-teman yang menggunakan jalur udara, tinggal duduk nyaman, menikmati penerbangan karena semua sudah kami handle untuk pengisian bahan bakarnya,” sambungnya.
Untuk sektor penerbangan, Pertamina menjamin kualitas avtur melalui mekanisme pengawasan atau quality control (QC) yang ketat. AFT Halim Perdanakusuma, sebagai terminal bahan bakar aviasi terbesar kedua di Jawa bagian Barat, disebut siap melayani kebutuhan penerbangan komersial hingga VVIP dengan mengacu pada standar nasional dan internasional.
Tak hanya fokus pada pasokan energi, Pertamina juga menyiapkan fasilitas penunjang di jalur mudik. Sejumlah titik Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) akan dilengkapi dengan area istirahat, termasuk Serambi MyPertamina dan Pos BBM, yang dapat dimanfaatkan pemudik untuk beristirahat bersama keluarga.
“Nanti ada tandanya dan di situ, kami juga ada beberapa tempat yang kami siapkan, MyPertamina, di mana di situ adalah tempat sarana untuk teman-teman istirahat bersama keluarga,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebugaran fisik selama perjalanan. Jika merasa lelah atau mengantuk, pemudik diimbau segera beristirahat di fasilitas yang telah tersedia demi menghindari risiko kecelakaan.
Selama periode Satgas RAFI berlangsung, seluruh pergerakan layanan dan pertanyaan pelanggan akan dipantau secara aktif melalui media sosial serta layanan pelanggan 135. “Jadi artinya aktif kami monitor semuanya untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” tutup Arya.
(red)





























