Mengutip laporan tahunan Huayou, Huafei memiliki kapasitas produksi sebesar 120.000 ton mixed hydroxide precipitate (MHP) per tahun. Bahkan, Huayou mengklaim smelter tersebut merupakan pabrik pengolahan bijih nikel laterit terbesar di dunia.
Beberapa lini produksi smelter tersebut awal berproduksi pada Juni 2023, hingga akhirnya target produksi sebesar 120.000 ton diklaim tercapai pada akhir kuartal I-2024.
Lebih lanjut, Huayou juga menargetkan peningkatan kapasitas produksi secara bertahap untuk mencapai produksi yang stabil dan melebihi target.
Adapun, Huafei menjadi salah satu dari enam proyek smelter Huawei di Indonesia. Pertama, proyek Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP) di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Adapun, perusahaan-perusahaan di IPIP terdiri dari smelter HPAL, pirometalurgi atau berbasis rotary kiln electric furnace (RKEF), pemurnian atau refining, prekursor, bahan katoda, baterai ternary litium, daur ulang baterai, dan berbagai perusahaan lainnya.
Selain itu, terdapat proyek Huayue HPAL di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah dan Huake RKEF di Indonesia Weda Bay Industrial Park, Maluku Utara.
Huayou Indonesia juga mempunyai proyek KNI HPAL di Pomalaa, Sulawesi Tenggara dan Proyek Sorowako di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Penampungan Kapur
Berdasarkan berbagai video yang diunggah dan ramai beredar di media sosial, terlihat gedung yang diduga fasilitas penyimpanan kapur itu mengalami kebakaran. Kobaran api berwarna merah terlihat menyala terang melahap sejumlah bagian gedung itu.
Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Rabu (25/2/2026) malam dan belum diketahui apakah ada korban atau tidak gegara insiden tersebut.
“Kebakaran 303 batu kapur,” sebagaimana disampaikan oleh perekam video tersebut.
Dalam video yang berbeda, warga di sekitar kawasan IWIP turut melaporkan adanya bunyi ledakan yang berasal dari lokasi Huafei.
Terlihat kepulan asap tebal berwarna putih diduga muncul dari fasilitas penyimpanan kapur milik Huafei tersebut.
“Tak tau apa yang terjadi di Huafei, dalam jarak kurang lebih 1 km saja suaranya sudah seperti ini apalagi didekat,” tulis salah satu warganet yang mengunggah video tersebut.
Bloomberg Technoz telah berupaya mengonfirmasi kejadian tersebut ke Director of Public Affairs Huayou Indonesia Stevanus, tetapi hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan respons.
Selain itu, Bloomberg Technoz turut meminta konfirmasi dugaan peristiwa kebakaran tersebut ke perwakilan manajemen IWIP, tetapi hingga kini masih belum memberikan tanggapan.
(azr/wdh)






























