Terlihat kepulan asap tebal berwarna putih diduga muncul dari fasilitas penyimpanan kapur milik Huafei tersebut.
“Tak tau apa yang terjadi di Huafei, dalam jarak kurang lebih 1 km saja suaranya sudah seperti ini apalagi didekat,” tulis salah satu warganet yang mengunggah video tersebut.
Bloomberg Technoz telah berupaya mengonfirmasi kejadian tersebut ke Director of Public Affairs Huayou Indonesia Stevanus, tetapi hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan respons.
Selain itu, Bloomberg Technoz turut meminta konfirmasi dugaan peristiwa kebakaran tersebut ke perwakilan manajemenIWIP, tetapi hingga kini masih belum memberikan tanggapan.
Sekadar catatan, Huayou merupakan pemegang saham pengendali Huafei dengan porsi kepemilikan 51%. Kemudian, Eve Battery menggenggam saham Huafei sebesar 17%, Glaucous Internasional sebesar 30%, dan Lindo Investment sebesar 2%.
Huafei dilaporkan memiliki kapasitas produksi sebesar 120.000 ton mixed hydroxide precipitate (MHP) per tahun
Mengutip laman resmi perusahaan, proyek smelter nikel Huayou di Indonesia mencakup Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP) di Sulawesi Tenggara, Huaye HPAL Project di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Huafei HPAL Project di Weda Bay, Huake RKEF Project di Weda Bay, KNI HPAL Project di Pomalaa, dan Sorowako Project di Sulawesi Selatan.
Di Indonesia, Huayou Indonesia memiliki kantor pusat di Jakarta. Mereka memiliki 13.000 orang karyawan. Perusahaan itu menyebut mempekerjakan talenta-talenta yang ada di dalam negeri.
Saat ini, perusahaan itu memiliki enam proyek di Indonesia. Pertama, proyek Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP) di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Adapun, perusahaan-perusahaan di IPIP terdiri dari smelter HPAL, perimetalurgi atau rotary kiln electric furnace (RKEF), pemurnian atau refining, prekursor, bahan katoda, baterai ternary litium, daur ulang baterai, dan berbagai perusahaan lainnya.
Selain itu, terdapat proyek Huayue HPAL di Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah; Huafei HPAL di Indonesia Weda Bay Industrial Park, Maluku Utara; dan Huake RKEF di Indonesia Weda Bay Industrial Park, Maluku Utara.
Huayou Indonesia juga mempunyai proyek KNI HPAL di Pomalaa, Sulawesi Tenggara dan Proyek Sorowako di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
(azr/wdh)






























