Perusahaan juga sebut levelnya telah para raksasa teknologi dunia, termasuk Amazon Web Services (AWS), Microsoft, Google, Meta, NVIDIA, dan Samsung telah mengadopsi arsitektur mereka. Hal ini bertujuan untuk memenuhi permintaan komputasi yang tak pernah puas dan masih diperlukan untuk menghadirkan kemampuan serta pengalaman yang dikatakan luar biasa dari kecerdasan artifisial.
Arm menyebut bahwa mereka memiliki ekosistem komputasi terbesar di dunia dan terdapat lebih dari 22 juta developer software. Mereka menyoroti pertumbuhan AI dari komputasi tepi (edge computing) hingga komputasi awan (cloud computing) memicu permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk komputasi hemat daya.
Di berbagai industri, teknologi Arm memimpin masa depan dalam mendukung transformasi itu. Platform dan solusi komputasi tepercaya mereka menghadirkan kombinasi yang dipandang tepat antara teknologi AI, standar software umum, dan perangkat hardware dasar untuk komputasi mulai dari cloud hingga internet of things (IoT) atau konsep menghubungkan perangkat fisik ke internet, otomotif, perawatan kesehatan, dan lain sebagainya.
Arm Limited telah beroperasi lebih dari 30 tahun, dengan tujuan awal untuk merancang prosesor hemat energi untuk perangkat yang menggunakan baterai. Kini perusahaan tersebut telah menjadi platform komputasi global yang menghadirkan solusi diklaim canggih, yang memungkinkan perusahaan teknologi terkemuka di dunia mengadopsi AI miliknya.
Arm Limited melaporkan pendapatan keuangan pada kuartal ketiga tahun fiskal 2026 naik sampai 26% (year on year/yoy) menjadi US$1,24 miliar atau setara dengan Rp20,8 triliun (asumsi kurs Rp16.833/US$), dilaporkan dalam dokumen keuanmgan resmi.
Haas menambahkan pendapatan royalti perusahaan naik 27% menjadi US$737 juta (setara Rp12,4 triliun), didorong oleh rekor unit dengan kekuatan di bidang AI dan pusat data (data center) tujuan umum. “Pendapatan royalti pusat data kami telah tumbuh lebih dari 100% dari tahun ke tahun, dan kami memperkirakan dalam beberapa tahun ke depan bisnis pusat data kami akan menjadi bisnis terbesar kami, lebih besar daripada bisnis seluler atau mobile,” ujar Haas.
(far/wep)





























