“Diharapkan Indonesia bisa melakukan pelatihan terhadap 15.000 insinyur kita di dalam ekosistem Arm agar mereka bisa menguasai teknologi desain chip,” jelasnya.
Lebih lanjut, Airlangga mengatakan, sesuai arahan Presiden Prabowo, rencana kerja sama tersebut juga akan dilanjutkan ke tahap pengembangan chip yang lebih canggih. Dengan demikian, Indonesia nantinya akan memiliki kemampuan dalam bidang desain dan teknologi semikonduktor secara mandiri.
“Ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden untuk penguasaan teknologi secara mandiri, terutama di sektor elektronik yang sangat strategis. Ini melengkapi sektor ketahanan pangan, ketahanan energi, dan juga menjadi lompatan (leapfrog) dalam ekosistem digital,” ujar Airlangga.
Pada kesempatan yang sama, CEO Danantara, Rosan Roeslani menjelaskan, dalam pengembangan chip ini Indonesia membidik enam pasar industri, yakni teknologi otomotif, internet of things, data center, peralatan rumah tangga (home appliances), autonomous vehicle (kendaraan otonom), dan quantum computing.
“Memang akan ada enam industri yang dipilih untuk pengembangan chip ini. Dan rencananya juga, seperti yang disampaikan Pak Menko, ada 15.000 insinyur kita yang akan dilatih oleh Arm, baik dengan mengirimkan mereka ke sini ataupun pengajar mereka datang ke Indonesia dengan modul-modulnya,” ujar Rosan.
Rosan menambahkan, kerja sama ini diharapkan dapat mendorong lompatan besar bagi industri semikonduktor Indonesia.
“Harapannya, ini akan menciptakan lompatan bagi industri semikonduktor yang ada di Indonesia. Danantara akan menjadi leading sector dalam hal ini. Kami meyakini ini merupakan program yang sangat positif sehingga dapat memberikan kedaulatan (sovereignty) bagi Indonesia,” pungkas Rosan.
(red)































