Logo Bloomberg Technoz

"Aksi jual saham perangkat lunak ini adalah pengingat tentang apa yang bisa terjadi ketika sektor yang digerakkan oleh momentum berbalik arah," ujar Steve Sosnick dari Interactive Brokers. "Pertanyaan yang lebih luas dan penting adalah: berapa banyak sektor yang bisa berbalik arah sebelum akhirnya menyeret pasar secara keseluruhan?"

Imbal hasil (yield) obligasi AS tenor 10 tahun turun lima basis poin ke level 4,03%, sementara tenor dua tahun turun empat basis poin ke kisaran 3,44%. Dolar AS merangkak naik seiring penguatan mata uang safe haven, sementara emas melonjak lebih dari 2% ke posisi US$5.227 per ons sebagai tanda posisi defensif investor. Sementara itu, Bitcoin diperdagangkan di bawah level US$65.000.

Sentimen negatif pasar diperparah oleh teka-teki tarif dagang AS. Setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif "timbal balik" Donald Trump pada Jumat lalu, Gedung Putih mengumumkan rencana untuk menggantinya dengan tarif baru sebesar 15% secara menyeluruh untuk impor AS. Menanggapi ketidakpastian ini, Uni Eropa membekukan proses ratifikasi kesepakatan dagangnya dengan Amerika.

Permintaan aset aman mendorong imbal hasil obligasi pemerintah turun. (Sumber: Bloomberg)

“Tarik-menarik soal tarif kemungkinan akan menjadi tema yang mengganggu pasar hingga akhir tahun, meski dengan volatilitas lebih rendah dibandingkan guncangan awal pada April lalu,” ujar Michael Landsberg dari Landsberg Bennett Private Wealth Management.

Dari kabar korporasi, JPMorgan Chase & Co menyatakan memperkirakan pendapatan bunga bersih tahun ini akan lebih tinggi dari proyeksi bulan lalu. Sementara itu, Paramount Skydance Corp menaikkan tawarannya untuk mengakuisisi Warner Bros. Discovery Inc.

Di kawasan Asia, pelaku pasar menanti rilis data suku bunga pinjaman (loan prime rate) tenor satu dan lima tahun dari China pada hari Selasa ini. Beberapa agenda krusial lainnya pekan ini meliputi pidato State of the Union Presiden Trump, laporan keuangan Nvidia Corp. pada Rabu mendatang, serta data harga produsen pada hari Jumat.

Deputi Gubernur Federal Reserve Christopher Waller sebelumnya menyatakan bahwa keputusan suku bunga pada bulan Maret akan sangat bergantung pada data tenaga kerja. "Mengingat berbagai risiko ekonomi dan ketidakpastian yang terkait dengan drama tarif ini, kami memperkirakan The Fed akan memperkuat pendekatan 'tunggu dan lihat' (wait-and-see)," ungkap Ian Lyngen dari BMO Capital Markets.

Di pasar komoditas, harga minyak berfluktuasi seiring rencana dimulainya kembali pembicaraan AS-Iran pekan ini di tengah pengerahan militer Amerika di Timur Tengah. Sementara itu, harga tembaga tertekan saat para trader menakar permintaan dari China di tengah ketidakpastian tarif AS.

(bbn)

No more pages