Logo Bloomberg Technoz

Setelah pengumuman, nilai tukar peso tergelincir 0,2% ke posisi 57,996 per dolar AS, sementara indeks saham utama Manila merangkak naik tipis 0,2%.

Para pengambil kebijakan mengandalkan biaya pinjaman yang lebih rendah untuk memacu kembali kepercayaan konsumen dan pelaku bisnis. Langkah ini diambil menyusul laporan adanya praktik suap meluas pada proyek-proyek infrastruktur pemerintah.

"Pertumbuhan ekonomi berada di bawah ekspektasi BSP akibat lemahnya permintaan domestik," tulis bank sentral dalam pernyataan resminya. "Indikator terbaru menunjukkan adanya pemulihan pada paruh kedua tahun ini, namun pertumbuhan akan sangat bergantung pada seberapa cepat kepercayaan publik kembali."

Menariknya, dalam pernyataan terbaru ini, bank sentral menghapus kalimat mengenai "siklus pelonggaran kebijakan moneter yang mendekati akhir", istilah yang sempat digunakan pada pertemuan Desember lalu.

"Kami rasa kepercayaan akan kembali segera dalam beberapa bulan ke depan," kata Remolona. "Jika prediksi kami benar, maka kami tidak perlu lagi melakukan pemangkasan."

Kekacauan akibat skandal korupsi yang melibatkan miliaran dolar dalam alokasi dana fiktif proyek pengendalian banjir menjadi penghambat utama pertumbuhan ekonomi kuartal lalu. Pertumbuhan merosot ke angka 3%, laju terlambat dalam 14 tahun terakhir di luar masa pandemi, sekaligus menjadi salah satu yang terlemah di Asia Tenggara.

BSP menaikkan prakiraan inflasi tahun ini menjadi 3,6% dari estimasi sebelumnya 3,2% akibat tekanan sisi penawaran yang dianggap bersifat sementara. Ekspektasi harga tetap terjaga, dan inflasi diprediksi kembali ke target 3% pada tahun 2027.

Tingkat inflasi sendiri naik ke angka 2% pada Januari, level tertinggi dalam hampir setahun dan kembali masuk ke rentang target bank sentral sebesar 2%-4%. BSP memprediksi biaya minyak dan listrik akan mendorong tren kenaikan inflasi pada paruh pertama tahun ini sebelum akhirnya stabil.

"Dewan Moneter akan terus waspada dan dipandu oleh informasi terkini, khususnya data terkait inflasi," pungkas pernyataan BSP.

(bbn)

No more pages