Logo Bloomberg Technoz

Impor Melonjak, Defisit Dagang AS Catat Rekor Sejak 1960

News
19 February 2026 21:25

Ilustrasi foto lalu lintas perdagangan antar negara. (Bloomberg)
Ilustrasi foto lalu lintas perdagangan antar negara. (Bloomberg)

Vince Golle dan Mark Niquette - Bloomberg News

Bloomberg, Defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) melebar pada bulan Desember, menutup tahun yang penuh gejolak akibat kebijakan tarif yang tidak menentu.

Data Departemen Perdagangan yang dirilis pada Kamis (19/2) menunjukkan kesenjangan perdagangan barang dan jasa membengkak menjadi US$70,3 miliar dibandingkan bulan sebelumnya. Angka ini membawa total defisit sepanjang tahun 2025 mencapai US$901,5 miliar, salah satu rekor tertinggi sejak pengumpulan data dimulai pada tahun 1960.


Defisit di bulan Desember ini dipicu oleh kenaikan nilai impor sebesar 3,6%, sementara ekspor barang dan jasa justru menurun 1,7%. Angka ini jauh melampaui estimasi median para ekonom dalam survei Bloomberg yang memperkirakan defisit di kisaran US$55,5 miliar.

Data perdagangan sepanjang tahun 2025 tercatat sangat fluktuatif dari bulan ke bulan. Hal ini disebabkan oleh reaksi para importir AS terhadap rentetan pengumuman tarif dari Donald Trump. Impor emas dan produk farmasi menjadi sektor yang paling bergejolak karena perusahaan berlomba-lomba mendatangkan barang sebelum tarif yang lebih tinggi diberlakukan.