Logo Bloomberg Technoz

Manuver jual besar–besaran ini mencerminkan sikap perubahan strategi investor yang beralih ke aset safe–haven, seperti halnya emas. Yang turut menjauhi aset high–risk seperti aset kripto, Bitcoin.

Pasar aset kripto tertekan oleh sinyal  The Fed yang terbelah dengan rilis Bank Sentral AS yang baru terbit menggambarkan notulensi pejabat The Fed terbelah menjadi dua kubu.

“Sebagian mendukung pemangkasan jika inflasi turun ke target 2%, namun beberapa lainnya siap mendukung kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi di atas target,” terang Analis Ajaib Kripto Panji Yudha, Kamis (19/2/2026).

Prediksi suku bunga acuan pada pertemuan Maret, menurut data CME FedWatch Tools, probabilitas dipertahankan pada level 3,5%–3,75% melonjak hingga 93,6%. 

“Hal ini mengonfirmasi bahwa peluang pemangkasan suku bunga pada Maret efektif tertutup setelah data tenaga kerja (payroll) pekan lalu yang lebih kuat dari ekspektasi,” papar Panji.

Bitcoin berpotensi memperpanjang tren turun di mana fokus pasar selanjutnya beralih ke rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index, yang merupakan indikator inflasi favorit The Fed, pada Jumat ini.

Risikonya, jika hasil PCE lebih tinggi dari prediksi pasar dan The Fed, hal tersebut dapat mendorong imbal hasil obligasi dan dolar AS naik, sebuah kombinasi yang biasanya menghantam aset spekulatif seperti aset kripto dengan keras.

(fad/wep)

No more pages