"Dan diharapkan 90 persen anak perempuan dan laki-laki mendapatkan vaksinasi HPV yang dapat memberikan perlindungan kepada mereka," ujar Nadia.
Kemenkes memastikan vaksin HPV aman dan tidak menyebabkan kemandulan.
Vaksin HPV bukanlah upaya tunggal dalam pencegahan kanker leher rahim. Program ini mencakup rangkaian strategi yang terkoordinasi dan komprehensif. Selain vaksinasi, edukasi perilaku serta informasi mengenai skrining, diagnosis, dan tata laksana penyakit juga menjadi fokus. Pendekatan ini membantu membangun pemahaman yang lebih baik tentang pencegahan dan penanganan kondisi ini.
Menurut WHO merekomendasikan:
- Jadwal satu atau dua dosis untuk anak perempuan berusia 9-14 tahun.
- Jadwal satu atau dua dosis untuk anak perempuan dan perempuan berusia 15-20 tahun.
- Dua dosis dengan selang 6 bulan bagi perempuan yang berusia di atas 21 tahun.
Dengan tujuan menurunkan angka kejadian kanker leher rahim menjadi 4 per 100.000 penduduk per tahun pada tahun 2030, program imunisasi HPV memiliki dampak global yang signifikan. Langkah ini tidak hanya mengurangi beban penyakit, tetapi juga melindungi generasi mendatang dari risiko yang serius.
(spt)



























