Logo Bloomberg Technoz

Bea Cukai Dikeluhkan, Intip Aktivitas di Gudang Pengiriman Barang

Andrean Kristianto
29 April 2024 15:43

Pekerja menyortir barang kiriman sebelum dikirimkan ke pelanggan di DHL Express Servicepoint, Senin (29/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto

Pekerja menyortir barang kiriman sebelum dikirimkan ke pelanggan di DHL Express Servicepoint, Senin (29/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto

Kinerja Bea Cukai RI sedang menjadi sorotan setelah banyak barang kiriman bermasalah yang melibatkan DHL  (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto

Kinerja Bea Cukai RI sedang menjadi sorotan setelah banyak barang kiriman bermasalah yang melibatkan DHL (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto

Sebelumnya viral kasus sepatu impor seharga Rp10 juta kena bea masuk Rp30 juta, (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto

Sebelumnya viral kasus sepatu impor seharga Rp10 juta kena bea masuk Rp30 juta, (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto

Selain itu alat bernama taptilo yang dihibahkan untuk SLB di Jakarta dari Korea Selatan tertahan di Bea Cukai. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto

Selain itu alat bernama taptilo yang dihibahkan untuk SLB di Jakarta dari Korea Selatan tertahan di Bea Cukai. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto

Pihak SLB diminta melengkapi sejumlah dokumen, bahkan ditagih ratusan juta untuk menebus barang tersebut. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto

Pihak SLB diminta melengkapi sejumlah dokumen, bahkan ditagih ratusan juta untuk menebus barang tersebut. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto

Direksi DHL Express mengakui akan mendalami kasus tersebut dan akan menjadikan pembelajaran agar tidak terulang. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto

Direksi DHL Express mengakui akan mendalami kasus tersebut dan akan menjadikan pembelajaran agar tidak terulang. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto

Masalah yang turut viral dengan Bea Cukai datang dari kreator sekaligus YouTuber mainan, Medy Renaldy. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto

Masalah yang turut viral dengan Bea Cukai datang dari kreator sekaligus YouTuber mainan, Medy Renaldy. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto

Pekerja menyortir barang kiriman sebelum dikirimkan ke pelanggan di DHL Express Servicepoint, Senin (29/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto
Kinerja Bea Cukai RI sedang menjadi sorotan setelah banyak barang kiriman bermasalah yang melibatkan DHL  (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto
Sebelumnya viral kasus sepatu impor seharga Rp10 juta kena bea masuk Rp30 juta, (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto
Selain itu alat bernama taptilo yang dihibahkan untuk SLB di Jakarta dari Korea Selatan tertahan di Bea Cukai. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto
Pihak SLB diminta melengkapi sejumlah dokumen, bahkan ditagih ratusan juta untuk menebus barang tersebut. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto
Direksi DHL Express mengakui akan mendalami kasus tersebut dan akan menjadikan pembelajaran agar tidak terulang. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto
Masalah yang turut viral dengan Bea Cukai datang dari kreator sekaligus YouTuber mainan, Medy Renaldy. (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kinerja Bea Cukai RI sedang menjadi sorotan di media sosial. Salah satunya adalah kasus sepatu impor seharga Rp10 juta kena bea masuk Rp30 juta, ada juga alat bantu belajar milik Sekolah Luar Biasa (SLB)-A yang tertahan Bea Cukai.

Untuk itu, Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Askolani mengecek gudang perusahaan jasa titipan (PJT) yakni DHL setelah kasus viral muncul tentang banyak barang kiriman masyarakat bermasalah yang melibatkan DHL.

Sebelumnya, alat bernama taptilo yang dihibahkan untuk SLB di Jakarta itu tertahan di Bea Cukai Soekarno-Hatta sejak 18 Desember 2022. Barang tersebut dikirim dari Korea Selatan.

Pihak SLB diminta melengkapi sejumlah dokumen, bahkan ditagih ratusan juta untuk menebus barang tersebut. Kini DJBC telah menyerahkan barang tersebut ke pihak SLB.

(dre/wdh)