Logo Bloomberg Technoz

Derita Pengungsi Gaza, Rela Antre Demi Mendapatkan Makanan

News
19 December 2023 16:04

Warga Palestina antre untuk mengambil bantuan makanan gratis di Rafah, Gaza selatan, Senin (18/12/2023). (Ahmad Salem/Bloomberg)

Warga Palestina antre untuk mengambil bantuan makanan gratis di Rafah, Gaza selatan, Senin (18/12/2023). (Ahmad Salem/Bloomberg)

Kekurangan pangan di Gaza menjadi masalah selama perang dua bulan antara Israel dan Hamas. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Kekurangan pangan di Gaza menjadi masalah selama perang dua bulan antara Israel dan Hamas. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Mereka harus mengantre untuk mendapatkan makanan gratis yang diberikan oleh sukarelawan. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Mereka harus mengantre untuk mendapatkan makanan gratis yang diberikan oleh sukarelawan. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Serangan Israel yang telah melibatkan rumah sakit dan menyebabkan ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Serangan Israel yang telah melibatkan rumah sakit dan menyebabkan ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Bantuan yang masuk dari Mesir menurun dan distribusinya terhambat oleh pertempuran sengit, termasuk di Gaza selatan. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Bantuan yang masuk dari Mesir menurun dan distribusinya terhambat oleh pertempuran sengit, termasuk di Gaza selatan. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Mereka yang mengantre makanan gartis ialah pengungsi yang kehilangan tempat tinggalnya di Rafah, Gaza selatan,. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Mereka yang mengantre makanan gartis ialah pengungsi yang kehilangan tempat tinggalnya di Rafah, Gaza selatan,. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Israel menyerang Gaza sebagai respons terhadap serangan mendadak oleh Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan 1.200 orang. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Israel menyerang Gaza sebagai respons terhadap serangan mendadak oleh Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan 1.200 orang. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Hamas mendalihkan serangan tersebut sebagai balasan atas penyerangan terhadap kompleks Masjid Al-Aqsa. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Hamas mendalihkan serangan tersebut sebagai balasan atas penyerangan terhadap kompleks Masjid Al-Aqsa. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Warga Palestina antre untuk mengambil bantuan makanan gratis di Rafah, Gaza selatan, Senin (18/12/2023). (Ahmad Salem/Bloomberg)
Kekurangan pangan di Gaza menjadi masalah selama perang dua bulan antara Israel dan Hamas. (Ahmad Salem/Bloomberg)
Mereka harus mengantre untuk mendapatkan makanan gratis yang diberikan oleh sukarelawan. (Ahmad Salem/Bloomberg)
Serangan Israel yang telah melibatkan rumah sakit dan menyebabkan ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal. (Ahmad Salem/Bloomberg)
Bantuan yang masuk dari Mesir menurun dan distribusinya terhambat oleh pertempuran sengit, termasuk di Gaza selatan. (Ahmad Salem/Bloomberg)
Mereka yang mengantre makanan gartis ialah pengungsi yang kehilangan tempat tinggalnya di Rafah, Gaza selatan,. (Ahmad Salem/Bloomberg)
Israel menyerang Gaza sebagai respons terhadap serangan mendadak oleh Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan 1.200 orang. (Ahmad Salem/Bloomberg)
Hamas mendalihkan serangan tersebut sebagai balasan atas penyerangan terhadap kompleks Masjid Al-Aqsa. (Ahmad Salem/Bloomberg)

Bloomberg Technoz,  Kantor kemanusiaan PBB menyatakan bahwa Gaza mengalami bencana kesehatan karena runtuhnya sistem kesehatan dan penyebaran penyakit di tengah serangan Israel yang telah melibatkan rumah sakit dan menyebabkan ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggal.

Selain itu, kekurangan pangan menjadi masalah selama perang dua bulan antara Israel dan Hamas. Namun, situasi semakin memburuk setelah berakhirnya gencatan senjata selama seminggu pada 1 Desember, karena jumlah truk bantuan yang masuk dari Mesir menurun dan distribusinya terhambat oleh pertempuran sengit, termasuk di Gaza selatan.

Israel menyerang Gaza sebagai respons terhadap serangan mendadak oleh Hamas pada 7 Oktober yang menewaskan 1.200 orang dan menyandera 200 orang. Hamas mendalihkan serangan tersebut sebagai balasan atas penyerangan terhadap kompleks Masjid Al-Aqsa dan pendudukan Yahudi.

Israel kemudian menyatakan perang. Serangan bom Israel tanpa pandang bulu telah menyebabkan 18.700 orang tewas, termasuk lebih dari 7.000 anak-anak.

(bbn)