“Area yang disegel tersebut merupakan bagian dari kontrak karya yang dikelola oleh PT Citra Palu Minerals di Palu, Sulawesi [Tengah] yang sampai saat ini masih belum ditambang dan dioperasikan oleh CPM,” kata manajemen dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (18/2/2026).
BRMS memastikan tambang emas River Reef di Poboya, Palu yang saat ini sudah beroperasi masih berjalan secara normal. Manajemen juga menegaskan penambangan melalui metode penambangan cebakan terbuka atau open pit mining masih dilakukan di wilayah ini.
Adapun, salah satu fasilitas pemrosesan emas Citra Palu Minerals saat ini sedang ditingkatkan kapasitas produksinya dari 500 menjadi 2.000 ton bijih per hari.
Perseroan menargetkan peningkatan kapasitas pabrik tersebut dapat rampung pada Oktober 2026.
Selain itu, Citra Palu Minerals juga menargetkan memulai operasi tambang emas bawah tanah atau underground mine pada semester-II 2027.
“Mengingat tambang emas bawah tanah tersebut memiliki kandungan emas di kisaran 3,5—4,9 g/t, maka diharapkan produksi emas BRMS akan meningkat lagi pada akhir 2027 atau awal 2028,” tulis manajemen BRMS.
PT Citra Palu Minerals sendiri merupakan anak usaha PT usaha BRMS, dengan porsi kepemilikan saham sebesar 96,97%.
PT Citra Palu Minerals merupakan pemegang KK yang terdiri dari 5 blok terpisah, dengan total luas konsesi pertambangan sebesar 85.180 hektare (ha).
KK PT Citra Palu Minerals diterbitkan pada 14 NOvember 2017 dan berlaku hingga 31 Desember 2050, dengan jenis KK yang dimiliki oleh perseroan yakni KK operasi produksi.
Di sisi lain, pabrik emas pertama berteknologi carbon in leach (CIL) milik PT CPM memiliki kapasitas produksi sebesar 500 ton per hari. Pabrik tersebut terletak di blok Poboya-I dan telah beroperasi sejak kuartal I-2020.
Sementara itu, pembangunan pabrik emas berteknologi CIL kedua perseroan selesai pada kuartal IV-2022 dengan kapasitas produksi 4.000 ton per hari.
Kemudian, perseroan menargetkan pembangunan pabrik emas ketiga di Gorontalo rampung pada Juni 2026. Pabrik pengolahan emas tersebut ditargetkan memiliki kapasitas pengolahan 2.000 ton per hari.
(azr/wdh)






























