Logo Bloomberg Technoz

Disusul yen Jepang yang tadi pagi sempat menguat kini melemah 0,09%. Kemudian  peso Filipina juga tergerus 0,07%, yuan offshore China susut 0,02%, serta dolar Singapura terdepresiasi 0,02%. 

Sentimen global juga dipengaruhi perdebatan terbaru di internal The Fed terkait dampak produktivitas kecerdasan buatan (AI) terhadap suku bunga netral. Sejumlah pejabat memberi sinyal bahwa lonjakan investasi dan permintaan modal akibat AI justru bisa mendorong suku bunga jangka panjang tetap tinggi. Narasi ini memperkuat ekspektasi bahwa pemangkasan suku bunga tidak akan agresif dalam waktu dekat. 

“Saya memperkirakan bahwa ledakan AI kemungkinan bukan alasan untuk menurunkan suku bunga kebijakan,” ujar Gubernur The Fed Michael S Barr dalam pidato yang disiapkan untuk acara di New York, Selasa waktu setempat, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Bagi rupiah, kombinasi posisi dolar yang kuat, imbal hasil US Treasury yang bertahan dan kembali naik menjadi 4,06%, serta arus modal global yang cenderung selektif membuat tekanan jangka pendek berlanjut. 

Di sisi lain, fundamental domestik relatif stabil dengan inflasi meski sempat melonjak tetapi masih berada di kisaran target 1,5-3,5% dan kebijakan stabilisasi aktif dari Bank Indonesia (BI) melalui intervensi di pasar spot dan DNDF. Hari ini, Gubernur Perry Warjiyo dan sejawat mulai melaksanakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) edisi Februari.

Besok, hasil RDG akan diumumkan termasuk suku bunga acuan. Pasar memperkirakan BI Rate tetap bertahan di 4,75%.

Jika BI benar-benar menetapkan suku bunga acuan di level yang sama 4,75% maka akan menjadi sinyal tegas untuk menjawab kekhawatiran pasar soal independensi dan dapat berkontribusi terhadap pertahanan rupiah agar tidak menyusut lebih lanjut. 

(dsp/aji)

No more pages