“Presiden menginginkan perundingan harus sebanyak-banyaknya meningkatkan produktivitas industri dalam negeri serta memperkuat global supply chain atau rantai pasok industri,” ungkap Teddy.
Lebih lanjut, Teddy mengungkapkan bahwa Prabowo menginginkan setiap kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah harus berorientasi pada hasil konkret yang dapat dirasakan oleh bangsa dan negara.
“Presiden Prabowo menginginkan setiap kebijakan yang diambil harus sesegera dan sebanyak mungkin memberi keuntungan konkret untuk Indonesia,” imbuhnya.
Adapun pertemuan di Hambalang tersebut menegaskan komitmen Prabowo bahwa diplomasi ekonomi Indonesia harus berdaulat, strategis, dan menguntungkan bagi kepentingan nasional.
Sebelumnya, dalam unggahan akun Instagram, Prabowo berdiskusi dalam meja bundar bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Rosan Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Mensesneg Prasetyo Hadi, juga Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
"Membahas berbagai langkah strategis ke depan," tulis akun Instagram resmi Presiden Republik Indonesia.
Prabowo kerap mengadakan pertemuan bersama sejumlah tokoh di Hambalang dalam beberapa waktu terakhir.
Dalam beberapa hari terakhir, Prabowo nampak juga mengundang sejumlah pengusaha untuk berdiskusi di kediamannya 10 Februari lalu. Prabowo mengingatkan para konglomerat untuk membantu UMKM dan Sektor Riil.
Para pengusaha yang hadir di antaranya Prajogo Pangestu (Barito Pacific Group), Anthony Salim (Salim Group), Franky Widjaja (Sinar Mas Group), Boy Thohir (Adaro Energy), dan Sugianto Kusuma atau Aguan (Agung Sedayu Group).
"Pertemuan tersebut berlangsung lebih dari 4,5 jam, dimulai sejak pukul 19.00 hingga sekitar 23.30 WIB," tulis Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, Rabu (11/2/2026).
Presiden Prabowo, kata Teddy, menekankan pentingnya semangat Indonesia Incorporated, yang berarti bahwa kolaborasi erat seluruh sektor, yakni antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
"Kolaborasi guna memperkuat daya saing nasional serta mempercepat pembangunan ekonomi," kata Teddy menjelaskan.
(mfd/del)





























