Media pemerintah Iran, Press TV, melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah bertolak menuju Swiss untuk menghadiri pembicaraan tersebut. Sementara itu, menurut laporan Reuters, pihak AS akan diwakili oleh menantu Trump, Jared Kushner, dan utusan khusus Steve Witkoff.
Menjelang dialog tersebut, Trump meningkatkan tekanan dengan menyatakan kepada wartawan pada Jumat lalu bahwa "perubahan rezim" akan menjadi hasil terbaik bagi Iran. Sebelumnya, ia sempat menyebut bahwa negosiasi dengan Iran bisa memakan waktu hingga satu bulan.
Awalnya, Trump mengerahkan kapal perang dan jet tempur ke dekat wilayah Iran sebagai respons atas tindakan keras rezim Teheran terhadap protes massal yang mematikan. Namun, kini ia mengalihkan fokus utamanya pada kapabilitas nuklir Iran.
Tahun lalu, AS dan Israel menggempur sejumlah fasilitas nuklir di Iran. Meski saat itu Trump mengeklaim misi tersebut telah melumpuhkan program nuklir Republik Islam itu, kini ia justru mendorong adanya kesepakatan baru dengan kompensasi pelonggaran sanksi. Di sisi lain, Iran terus membantah bahwa mereka berupaya membangun senjata nuklir.
Dalam pertemuan di Washington, Trump menegaskan kepada Netanyahu bahwa pilihannya tetap pada pencapaian kesepakatan dengan Iran, meskipun pemimpin Israel tersebut masih menaruh keberatan yang besar.
(bbn)


























