Penguatan nilai tukar ringgit Malaysia juga menjadi sentimen negatif buat harga CPO. Sepanjang pekan lalu, mata uang Negeri Harimau Malaya menguat 1,01% terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
CPO adalah aset yang dibanderol dalam ringgit. Ketika ringgit terapresiasi, maka kontrak CPO menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain.
Analisis Teknikal
Lalu bagaimana perkiraan harga CPO untuk pekan ini? Apakah bakal turun lagi atau bisa bangkit berdiri?
Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), CPO tersangkut di zona bearish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 41. RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bearish.
Adapun indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 2. Sudah jauh di bawah 20 yang berarti sudah sangat jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan minggu ini, harga CPO berpeluang naik. Target resisten terdekat ada di kisaran MYR 4.143-4.163/ton.
Penembusan di level tersebut bisa mengatrol harga CPO menuju MYR 4,209-4.363/ton. Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah MYR 4.925/ton.
Namun kalau harga CPO malah turun lagi, maka MYR 3.948/ton rasanya akan menjadi support terdekat. Dari sini, harga bisa longsor ke arah MYR 3.807/ton.
Target paling pesimistis atau support terjauh ada di MYR 3.433/ton.
(aji)



























