Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, mengungkapkan dalam pertemuan tersebut bahwa negaranya siap mengirimkan lima rudal pencegat PAC-3 tambahan, dengan catatan sekutu lainnya juga berkomitmen mengirimkan total 30 rudal serupa.
“Kita semua tahu ini adalah upaya untuk menyelamatkan nyawa,” kata Pistorius. “Meski belum semua (bantuan) disetujui, saya sangat optimis kita akan mencapai target 30 plus lima tersebut, dan saya sangat berterima kasih untuk itu.”
Besarnya paket bantuan ini akan menjadi suntikan kekuatan signifikan bagi militer Kyiv, meskipun Healey belum merinci detail isinya. Juru bicara Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan bahwa rincian lebih lanjut akan segera diumumkan dalam waktu dekat.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy sebelumnya telah berulang kali mendesak para sekutu untuk memasok lebih banyak sistem pertahanan udara seiring menipisnya stok amunisi. Ia juga menyerukan kepada Presiden AS Donald Trump untuk tetap mengirimkan senjata guna memperkuat posisi tawar Ukraina dalam negosiasi damai.
Sejak Trump kembali menjabat, Washington secara efektif telah menghentikan bantuan finansial langsung ke Ukraina. Namun, AS tetap menyediakan senjata yang pembayarannya ditanggung oleh sekutu-sekutu Eropa melalui program PURL (Prioritised Ukraine Requirements List) yang dikoordinasikan oleh NATO.
Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah bekerja sama dengan AS untuk mengamankan kontrak sistem pertahanan udara dan rudal pencegat.
Menutup pertemuan tersebut, Sekjen NATO Mark Rutte menegaskan bahwa Ukraina "sangat mendesak membutuhkan lebih banyak pertahanan udara," baik untuk menangkis serangan Rusia maupun untuk menjadikan posisi Ukraina "sekuat mungkin dalam pertempuran."
“Dukungan berkelanjutan kita memastikan mereka bisa bertahan hari ini, serta mampu mencegah dan mempertahankan diri dari agresi apa pun di masa depan,” tegas Rutte.
(bbn)































