Logo Bloomberg Technoz

Kekhawatiran ini membayangi kontrak berjangka indeks saham di Jepang, Australia, dan Hong Kong. Selain itu, indeks perusahaan China yang melantai di AS merosot hingga 3% pada penutupan Kamis.

Fluktuasi tajam di bursa AS mencerminkan tingginya risiko yang menyertai lonjakan AI serta efek domino yang tidak terduga di berbagai sektor dan wilayah. Kondisi ini memperlihatkan betapa cepatnya perubahan sentimen AI dapat merembet jauh melampaui sektor teknologi.

"Saham perangkat lunak sekarang diperdagangkan seperti saham bank pada tahun 2008," ujar Nick Ferres, Chief Investment Officer Vantage Point Asset Management di Singapura. "Asia berkinerja baik sepanjang tahun ini, namun saya khawatir akan korelasi dengan pasar global dan adanya aksi lepas aset (tactical unwind)," tambahnya.

Fokus investor kini tertuju pada rilis data inflasi AS bulan Januari yang dijadwalkan keluar Jumat malam. Median perkiraan analis memprediksi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) inti sebesar 2,5% secara tahunan (year-over-year).

Di sisi lain, para pelaku pasar tetap pesimis bahwa Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan suku bunga pada pertemuan Maret mendatang. Proyeksi pasar saat ini lebih condong pada kepastian pemangkasan bunga di bulan Juli.

Benjamin Wiltshire dari Citigroup Inc menilai pasar terlalu terlena terhadap prospek inflasi AS. Menurutnya, investor mungkin meremehkan ketahanan konsumen AS, sehingga ekspektasi inflasi kemungkinan akan direvisi sedikit lebih tinggi.

"Pasar seolah memiliki keyakinan bahwa inflasi akan turun," kata Wiltshire dalam sebuah wawancara. "Padahal, kita masih berada di lingkungan inflasi yang secara struktural lebih tinggi."

Di pasar komoditas, harga minyak tergelincir akibat sentimen penghindaran risiko yang melanda pasar global. Investor juga masih mencermati perkembangan ketegangan AS-Iran yang terus membayangi prospek pasokan.

Meski diliputi sentimen negatif, masih ada titik terang di bursa AS. Saham Applied Materials Inc melonjak 10% dalam perdagangan setelah jam kerja usai memberikan proyeksi penjualan yang optimis—sinyal bahwa permintaan untuk AI dan semikonduktor memori memicu pembelian peralatan secara masif.

Sementara itu, Anthropic baru saja menyelesaikan pendanaan senilai US$30 miliar dengan valuasi mencapai US$380 miliar. Di sisi lain, OpenAI dikabarkan telah memperingatkan anggota parlemen AS bahwa pesaingnya dari China, DeepSeek, menggunakan metode yang tidak adil dan semakin canggih untuk mengekstrak hasil dari model-model AI terkemuka AS, menurut memo yang ditinjau Bloomberg News.

Dari sisi perdagangan, AS dan Taiwan telah memfinalisasi kesepakatan untuk menurunkan tarif, meningkatkan akses pasar bagi produk Amerika di Asia, dan mengarahkan dana miliaran dolar ke proyek energi serta teknologi AS.

(bbn)

No more pages