Abdul menyebut semestinya pemerintah tak cuma mengendalikan harga di hilir saja, namun juga harus memberikan solusi untuk para petani cabai yang ada di hulu.
Harga pangan Lainnya
Kenaikan cabe tersebut kontras dengan harga cabai merah keriting yang berada di Rp42.675 per kilogram, lebih rendah 22,41% dari batas atas HAP Rp55.000 per kilogram.
Di kelompok hortikultura lain, harga bawang merah tercatat Rp40.549 per kilogram, lebih rendah 2,29% dari HAP tertinggi Rp41.500 per kilogram. Bawang putih bonggol berada di Rp38.165 per kilogram, lebih rendah 4,59% dari batas atas HAP Rp40.000 per kilogram.
Untuk komoditas beras, harga beras premium secara nasional berada di Rp15.487 per kilogram, lebih rendah 1,98% dari batas atas HET Rp15.800 per kilogram. Namun, harga di zona 2 telah mencapai Rp15.949 per kilogram, lebih tinggi 3,56%, sementara di zona 3 tercatat Rp17.852 per kilogram, lebih tinggi 12,99% dari HET.
Beras medium berada di Rp13.319 per kilogram, lebih rendah 14,07%, dan beras SPHP tercatat Rp12.448 per kilogram, lebih rendah 7,79% dari batas atas HET.
Dari komoditas protein, harga daging sapi murni tercatat Rp137.735 per kilogram, lebih rendah 1,62% dibandingkan HAP Rp140.000 per kilogram.
Daging ayam ras berada di Rp40.465 per kilogram, sedikit lebih tinggi 1,16% dari HAP, sementara telur ayam ras tercatat Rp30.569 per kilogram, lebih tinggi 1,9% dibandingkan HAP Rp30.000 per kilogram.
Sementara itu, harga jagung tingkat peternak berada di Rp6.855 per kilogram, lebih tinggi 18,19% dari HAP Rp5.800 per kilogram. Minyakita tercatat Rp17.103 per liter, lebih tinggi 8,94% dari HET Rp15.700 per liter, sedangkan gula konsumsi berada di Rp18.121 per kilogram, lebih rendah 2,05% dari batas atas HAP Rp18.500 per kilogram.
(ell)





























