Logo Bloomberg Technoz

API: Pemerintah Lalai Awasi Impor Ilegal, Masyarakat Malah Senang

Sultan Ibnu Affan
12 February 2026 16:00

Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Bloomberg Technoz Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) masih menyoroti maraknya banjir impor pakaian ilegal ke dalam negeri yang membuat industri terancam sebagai akibat dari kelalaian pemerintah dalam proses pencegahan.

Direktur Eksekutif API Danang Girindrawardana mengatakan, hal ini juga turut membuat kemudahan akses terhadap masyarakat yang juga gemar membeli produk murah meski dengan kualitas yang palsu.

"80% barang-barang bapak ibu ini Made in China, sekarang kita bisa dapat mudah. Kita menuju kematian, karena pemerintah lalai lindungi impor ilegal yang masuk deras ke RI," ujarnya dalam Bloomberg Economic Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (12/2/2026).


Danang lantas menuding bahwa kebanyakan produk atau brand tekstil, termasuk barang elektronik yang berada di Indonesia merupakan produk tiruan yang berasal dari China.

Padahal, produk-produk tersebut aslinya dikenal berasal dari negara selain China. Namun, dia lagi-lagi menganggap jika terbentuknya pasar tersebut tidak lain disebabkan oleh masyarakat yang gemar dengan barang murah.