“Ekonomi-ekonomi besar mengatur ulang kerangka kerja industri,” katanya.
Selanjutnya ketidakpastian kebijakan yang substansial melemahkan kredibilitas dolar. Menurutnya, ketidakpastian yang belum pernah terjadi sebelumnya pada kondisi fiskal dan risiko geopolitik telah menimbulkan ketegangan dan kecemasan di seluruh dunia di kalangan investor.
Kondisi tersebut mendorong masyarakat untuk mencari alternatif seperti mata uang kripto, logam mulia, dan aset cadangan potensial lainnya.
“Mega tren ini benar-benar memiliki pengaruh yang meluas ke setiap aspek setiap ekonomi. Mereka mungkin tidak hanya menunjukkan pertumbuhan untuk 2026, tetapi mereka akan memengaruhi lintasan pertumbuhan perdagangan multi-tahun ekonomi global, serta untuk ekonomi individu,” ungkap dia.
“Tentu saja, ada relevansinya untuk Indonesia juga. Jadi, itulah gambaran besarnya.”
(lav)



























