Logo Bloomberg Technoz

Netanyahu mengunjungi Washington dengan misi khusus: memperingatkan Trump agar tidak mengambil langkah tersebut. Ia berharap bisa mendesak Trump untuk mendukung pembatasan yang lebih luas terhadap pengaruh militer Iran di kawasan, terutama penghentian dukungan bagi kelompok seperti Hamas di Gaza, Hizbullah di Lebanon, dan Houthi di Yaman, serta pembatasan program rudal balistiknya.

Kantor Perdana Menteri Israel melaporkan bahwa Netanyahu sangat menekankan kebutuhan keamanan negaranya dalam diskusi tersebut. Kedua pemimpin sepakat untuk terus berkoordinasi secara erat.

Sebelumnya, Trump sempat mengerahkan kapal perang dan jet tempur AS di dekat Iran sebagai respons atas tindakan keras Teheran terhadap protes massal. Namun, fokusnya kini beralih ke kemampuan nuklir Iran, dengan ancaman serangan baru jika kesepakatan gagal dicapai.

Meski pesannya sering berubah-ubah, pekan lalu Trump sempat menyatakan bahwa kesepakatan yang hanya mencakup isu nuklir "dapat diterima." Namun pada Rabu, Trump mengingatkan kembali serangan yang dilancarkan Israel dan AS ke Iran tahun lalu sebagai peringatan.

"Terakhir kali Iran memutuskan bahwa mereka lebih baik tidak membuat kesepakatan, mereka dihantam dengan Midnight Hammer — Itu tidak berakhir baik bagi mereka," tulis Trump. "Semoga kali ini mereka lebih masuk akal dan bertanggung jawab."

Sebagai informasi, Israel dengan bantuan AS sempat membom situs pengayaan uranium dan aset nuklir kritis Iran lainnya dalam perang 12 hari pada Juni lalu. Iran membantah sedang mengembangkan senjata atom, namun sejak serangan tersebut, mereka memblokir inspektur internasional untuk meninjau stok uraniumnya.

Terlepas dari isu Iran, Trump mengungkapkan bahwa ia juga mendiskusikan "kemajuan luar biasa di Gaza dan kawasan secara umum" bersama Netanyahu.

Saat ini, AS tengah berupaya mengubah gencatan senjata yang masih rapuh menjadi rencana perdamaian dan rekonstruksi yang ambisius. Pekan depan, Trump dijadwalkan menggelar konferensi internasional untuk menggalang donasi pembangunan kembali Gaza yang hancur akibat perang. Pertemuan formal pertama dari Board of Peace bentukan Trump dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari mendatang, menurut seorang pejabat AS.

(bbn)

No more pages