Cakupan wilayah juga semakin luas. Jumlah provinsi yang mencapai cakupan kepesertaan tinggi meningkat dari 31 provinsi pada 2023 menjadi 35 provinsi, meski dalam periode 2025–2026 terdapat sedikit fluktuasi di beberapa daerah. Kabupaten dan kota pun menunjukkan tren serupa, dengan cakupan yang terus berkembang.
Ghufron menambahkan, berbeda dengan sejumlah negara seperti Jerman yang mengalami penurunan jumlah rumah sakit setelah sistem jaminan kesehatan berjalan, Indonesia justru mencatat pertumbuhan FKRTL. Sejak BPJS Kesehatan hadir, jumlah fasilitas rujukan bertambah sekitar 1.513 unit.
Menurutnya, pertumbuhan tersebut menunjukkan sektor kesehatan menjadi peluang investasi sekaligus penggerak ekonomi. Banyak pihak melihat kebutuhan layanan kesehatan meningkat sehingga pembangunan rumah sakit terus berkembang.
Selain itu, pemanfaatan layanan JKN juga meningkat pesat. Jika pada awal program hanya sekitar 252 ribu layanan per hari, kini lebih dari dua juta layanan dimanfaatkan setiap hari. Ghufron menilai peningkatan ini bukan berarti masyarakat semakin sakit, melainkan karena akses layanan kini lebih terbuka, disertai upaya promotif dan preventif yang terus diperkuat.
(dec)





























