Logo Bloomberg Technoz

Oleh karena itu, para peneliti menyarankan pihak sekolah untuk bekerja sama dengan perawat jiwa terkait pencegahan pada kecanduan medsos yaitu dengan memberikan pendidikan kesehatan mengenai penggunaan media sosial yang baik dan dampak negatif kecanduan medsos. Sedangkan, penanganan yang bisa dilakukan bagi remaja yang mengalami kecanduan medsos tingkat tinggi yaitu dengan memberikan terapi perilaku kognitif (cognitive behavioral therapy/CBT) pada remaja.

Pada penggunaan media sosial, peneliti mengatakan remaja usia tengah cenderung menggunakannya untuk memenuhi keingintahuan terhadap berbagai hal yang terdapat di medsos dan mereka pun menggunakan media sosial karena medsos sedang menjadi tren di kalangan teman sebayanya.

Hal tersebut didukung oleh penelitian Andarwati (2016) terkait penggunaan media sosial pada siswa kelas XI SMA Negeri 9 Yogyakarta tergolong tinggi, yaitu sebanyak 76% siswa berada pada kategori tinggi pemakaian medsos.

Lanjut peneliti, hasil penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa lebih dari sebagian responden pada remaja tengah (siswa SMA) yaitu sebanyak 43 orang (50,6%) berada pada kategori tinggi dalam pemakaian media sosial (Ariani, Elita & Zulfitri, 2009). Kebanyakan dari remaja beranggapan makin aktif dirinya di medsos, maka mereka bakal semakin dianggap keren dan gaul, sedangkan yang tak memilikinya biasanya dipandang sebaliknya.

“Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di beberapa sekolah di Kecamatan Jatinangor didapatkan bahwa SMAS Plus Al-Falah merupakan SMA dengan tingkat gejala kecanduan media sosial tertinggi jika dibandingkan dengan sekolah lainnya,” ujar peneliti.

Mereka menyebut terdapat sejumlah gejala yang dialami siswa seperti sebanyak 4 siswa membawa ponsel pintar (smartphone) secara diam-diam ke sekolah dan 8 siswa merasa kesepian dan kebingungan ketika tak terhubung (online) di medsos karena mereka tidak dapat berkomunikasi dengan teman yang ada di media sosial.

Keluhan lain yang dirasakan yakni terdapat 4 siswa takut tertinggal informasi jika tidak online, sehingga menyebabkan mereka merasa gelisah dan cemas, lalu ada 4 siswa tidak fokus jika diajak bicara oleh temannya saat sedang terhubung di media sosial serta terganggunya pola makan dan juga pola tidur siswa. 

Kesimpulan penelitian yang sudah dilakukan terhadap 72 remaja di SMA swasta tersebut, didapatkan hasil bahwa sebagian besar dari responden mengalami kecanduan media sosial tingkat rendah, sedangkan hampir setengah dari responden mengalami tingkat kecanduan medsos tinggi. 

“Sehingga diharapkan pihak sekolah dapat bekerja sama dengan perawat yang bertanggung jawab terhadap program UKS di puskesmas terkait dalam hal pencegahan pada kecanduan media sosial tingkat rendah yaitu dengan memberikan pendidikan kesehatan mengenai penggunaan media sosial yang baik dan dampak negatif kecanduan media sosial,” tutur peneliti.

“Sedangkan, penanganan yang dapat dilakukan bagi remaja yang mengalami kecanduan media sosial tingkat tinggi yaitu dengan memberikan terapi CBT pada remaja,” imbuh mereka.

(far/wep)

No more pages