Logo Bloomberg Technoz

Beberapa alasan di balik keputusan ini murni bersifat planetari. Seperti yang ditulis Elon Musk dalam postingannya, Bumi dan Mars hanya sejajar sekali setiap dua tahun, artinya hanya ada jendela waktu yang sempit bagi perusahaan untuk meluncurkan Starship tahun ini guna mencapai Planet Merah. Akan tetapi, roket raksasa tersebut masih dalam tahap pengembangan, dengan perjalanan menuju operasionalnya terhambat oleh ledakan baik saat penerbangan maupun di darat

SpaceX Membuka IPO (Bloomberg)

Elon Musk telah memberikan sinyal sejak musim gugur bahwa bulan akan menjadi fokus utama perusahaan, terutama karena SpaceX beralih ke visi besar terbaru CEO: membangun pusat data raksasa di ruang angkasa untuk melakukan komputasi kompleks untuk kecerdasan buatan (AI), didanai oleh penawaran umum perdana atau IPO terbesar sepanjang sejarah.

Elon Musk telah menyiratkan masa depan di mana SpaceX dapat meluncurkan satelit pusat data dari permukaan bulan, dan ia mulai membahas rencana untuk membangun pangkalan bulan — yang diberi nama Moon Base Alpha.

Bahkan sebelum pembahasan pusat data dimulai secara intensif, Bulan sudah menjadi bagian dari agenda keseluruhan SpaceX. Sejak 2021, SpaceX memiliki kontrak dengan NASA, yang kini bernilai hingga US$4 miliar, untuk mendaratkan astronaut di permukaan bulan dengan bantuan Starship untuk program Artemis NASA.

Meskipun demikian, Planet Merah belum sepenuhnya diabaikan, dan Elon Musk mengatakan bahwa SpaceX “juga akan berupaya membangun kota di Mars dan mulai melakukannya dalam waktu sekitar 5 hingga 7 tahun,” menurut postingannya. “Namun, prioritas utama adalah memastikan masa depan peradaban, dan Bulan lebih cepat.”

Meskipun demikian, komentar Elon Musk merupakan perubahan drastis dari pernyataan yang dia buat pada Januari 2025, ketika dia menyebut Bulan sebagai “gangguan.” 

Pernyataan itu muncul segera setelah Donald Trump terpilih kembali sebagai Presiden AS, dan keduanya mulai bekerja sama secara erat. Trump bahkan pernah menyebutkan rencana mengirim manusia ke Mars dalam beberapa pidato awalnya. Namun, sejak itu, Elon Musk dan presiden telah mengalami hubungan yang penuh gejolak, termasuk perselisihan publik, sebelum akhirnya berdamai kembali.

Musk mengalihkan fokus ke bulan (Bloomberg)

Pesaing SpaceX, Blue Origin, juga telah memberikan sinyal bahwa mereka akan lebih fokus pada ambisi lunar mereka. Perusahaan tersebut baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan menunda penerbangan wisata antariksa ikonik mereka untuk fokus pada pengembangan pendarat bulan untuk NASA.

 Blue Origin memiliki kontrak senilai US$3,4 miliar dengan NASA, dan perusahaan tersebut memiliki kesempatan untuk mengalahkan SpaceX dalam mencapai bulan jika mereka dapat mengembangkan perangkat kerasnya lebih cepat.

SpaceX masih memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum perusahaan ini dapat mengirimkan manusia ke bulan atau Mars. SpaceX harus menyempurnakan berbagai teknologi baru untuk Starship – terutama kemampuan roket untuk mengisi bahan bakar di ruang angkasa – sebelum dapat melakukan perjalanan ke dunia yang jauh.

Jadi, bagi Elon Musk dan SpaceX, bulan mungkin menjadi tujuan yang lebih cepat untuk dicapai, tetapi tetap saja masih jauh.

(bbn)

No more pages