Prasetyo mengungkapkan pemerintah bakal segera menerbitkan peraturan presiden (Perpres) yang mengatur perlindungan bagi pengemudi layanan transportasi daring atau ojek online (ojol) meskipun proses merger perusahaan aplikator GoTo (Gojek–Tokopedia) dan Grab belum menemukan titik temu.
Pasalnya, pemerintah meminta proses merger kedua perusahaan aplikator tersebut dipercepat karena dinilai akan berpengaruh terhadap penerbitan Perpres ojol.
“Dia harus terjadi kesepakatan dulu dua perusahaan tersebut kemudian kita masuk di situ terus di situlah diatur nanti,” kata Prasetyo ditemui di Kompleks Parlemen, Senin (19/1/2026).
“Tapi kalau memang sulit sekali [kesepakatan merger], tidak ada titik temu sudah kita [terbitkan Perpresnya saja dulu],” jelas dia.
Prasetyo menegaskan pemerintah melalui Danantara dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan masuk dalam merger GoTo dan Grab. “Karena pemerintah dalam hal ini Danantara dan BUMN mau masuk di situ,” ucap Prasetyo.
Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan bahwa pihak GoTo dan Grab telah membuka pintu bagi Danantara untuk berpartisipasi dalam rencana kerja sama atau merger kedua perusahaan.
Namun, Rosan menekankan bahwa fokus utama investasi mereka adalah memastikan peningkatan kesejahteraan pengemudi ojol.
Rosan menjelaskan bahwa proses pembicaraan antara Grab dan GoTo saat ini sedang berjalan. Kedua perusahaan raksasa ride-hailing tersebut juga telah membuka kesempatan bagi Danantara untuk berpartisipasi jika badan investasi negara itu tertarik.
"Mereka sedang berjalan, ya menyampaikan juga kepada kita, untuk terbuka juga untuk Danantara kalau ingin berpartisipasi, mereka terbuka," ujar Rosan Rosan di Kompleks Bank Indonesia, Jumat (28/11/2025).
Meskipun demikian, Rosan menegaskan bahwa Danantara akan mempelajari lebih lanjut proses dan harga (pricing) yang ditawarkan. Rosan menekankan bahwa partisipasi Danantara memiliki misi yang jelas.
"Dan yang penting buat Danantara adalah ya kita juga ingin menjaga agar kesejahteraan para ojol ini juga baik. Karena kalau Danantara masuk, ya kita ingin memastikan kesejahteraan ojol justru itu yang paling utama buat kami," tegas Rosan.
(ell)































