Logo Bloomberg Technoz

Gerindra Masih Kaji Parliamentary Threshold Pemilu 2029

Dovana Hasiana
06 February 2026 21:00

Sugiono pada sidang tahunan MPR di Gedung DPR/MPR, Jumat (15/8/2025). (Dok. Foto Parlemen/Faisal)
Sugiono pada sidang tahunan MPR di Gedung DPR/MPR, Jumat (15/8/2025). (Dok. Foto Parlemen/Faisal)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Partai Gerindra mengatakan masih mengkaji ambang batas parlemen (parliamentary threshold) untuk Pemilu 2029. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono mengatakan masih melakukan perhitungan untuk menentukan ambang batas parlemen yang terbaik.

Di sisi lain, Sugiono mengatakan Partai Gerindra juga tengah mengkaji bagaimana proses dan mekanisme politik di Indonesia bisa lebih efisien dari sebelumnya -- meski tidak dijelaskan solusi yang akan diberikan dari partai dengan logo kepala burung garuda tersebut.

"Intinya adalah bagaimana proses politik ini bisa lebih efisien, kemudian tidak meninggalkan residu-residu yang justru malah menimbulkan retakan kesatuan bangsa kemudian sistem-sistem atau mekanisme yang makin efisien," ujar Sugiono kepada awak media, Jumat (6/2/2026).


Sebelumnya, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Partai NaDem Rifqinizamy Karsayuda mendorong agar ambang batas parlemen (parliamentary threshold) ditingkatkan dari 4% menjadi antara 5-7%. Menurutnya, ambang batas parlemen merupakan upaya untuk menghadirkan proses pelembagaan pada partai politik. Sebab, salah satu ciri dari partai politik yang terlembagakan adalah memiliki basis akar suara dan ideologi yang kuat. 

"Dengan adanya parlemetary threshold maka parpol dipaksa untuk membenahi dirinya agar mereka memperkuat strukturnya dan mendapatkan suara yang cukup signifikan di dalam setiap Pemilihan Umum [Pemilu]," ujar Rifqinizamy kepada awak media dikutip, Sabtu (30/01/2026).