Xi mengatakan kepada Putin bahwa Beijing akan lebih proaktif dalam membuka perekonomian, seperti dilaporkan oleh China Central Television. Dia menambahkan bahwa kedua negara harus memastikan hubungan bilateral terus berkembang di jalur yang benar melalui koordinasi strategis yang lebih dalam.
Kedua pemimpin juga membahas perang Kremlin di Ukraina, meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran, serta situasi di sekitar Venezuela dan Kuba selama panggilan telepon yang berlangsung hampir satu setengah jam, kata asisten Kremlin Yuri Ushakov kepada kantor berita pemerintah, Tass.
Putin dan Xi terakhir bertemu pada September saat KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai di Beijing, serta parade militer peringatan kemenangan Perang Dunia II.
Ushakov mengungkap bahwa Putin menerima undangan Xi untuk mengunjungi China pada paruh pertama tahun ini, dan siap menghadiri KTT Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik pada November di Shenzhen.
Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, sanksi Barat yang belum pernah terjadi sebelumnya telah mendorong Moskwa memperkuat hubungan perdagangan dengan China. Kedua pemimpin berusaha menampilkan front persatuan dalam upaya menantang tatanan dunia yang dipimpin AS.
Putin juga menyambut baik pemberlakuan perjalanan tanpa visa antara Rusia dan China selama konferensi video tersebut.
(bbn)





























