Logo Bloomberg Technoz

Disusul dolar Taiwan 0,41%, baht Thailand menyusut 0,36%, dolar Singapura tergelincir 0,05%, peso Filipina dan rupiah masing-masing susut 0,03%. 

Pergerakan mata uang di pasar Asia pada perdagangan sore hari pada Senin (2/2/2026)

Tekanan yang terjadi pada hampir semua mata uang Asia ini tak lepas dari penguatan dolar AS di pasar global. Indeks dolar AS menguat pada hari ini sebanyak 0,13% menjadi 97,105.

Pelaku pasar global agaknya masih mencermati arah kebijakan bank sentral AS, sementara ketidakpastian seputar waktu penurunan suku bunga membuat arus modal cenderung berhati-hati terhadap aset berisiko, termasuk mata uang emerging market seperti rupiah.

Di dalam negeri, komposisi inflasi juga turut menjadi perhatian investor. Kenaikan inflasi Januari terutama dipicu oleh efek basis akibat pemangkasan sementara tarif listrik pada periode yang sama tahun lalu.

Namun, inflasi inti justru menunjukkan penguatan, naik menjadi 2,45% dari 2,38% pada Desember dan berada di atas ekspektasi pasar. Angka ini semakin mendekati titik tengah target inflasi BI di kisaran 1,5-3,5%.

Penguatan inflasi inti tersebut sejalan dengan sejumlah indikator aktivitas yang mengindikasikan tekanan permintaan domestik sempat menguat pada kuartal IV-2025. Meski demikian, Bloomberg Economics menilai lonjakan tersebut lebih mencerminkan belanja tertahan alias pent-up demand yang bersifat sementara, bukan sinyal akselerasi inflasi yang berkelanjutan.

Permintaan kredit dari rumah tangga dan dunia usaha juga tercatat masih relatif lemah, sementara koreksi di pasar saham berpotensi menekan sentimen ke depan. 

(dsp/aji)

No more pages