Kejatuhan bursa saham Benua Kuning disebabkan oleh penguatan dolar AS. Pada pukul 12:46 WIB, Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia) menguat 0,21% ke 97,195. Ini menjadi posisi terkuat dalam lebih dari sepekan terakhir.
Penguatan dolar AS ditopang oleh nominasi Kevin Warsh sebagai calon Gubernur Federal Reserve, yang akan menggantikan Jerome ‘Jay’ Powell. Warsh dikenal sebagai sosok yang getol memerangi inflasi.
Jika benar demikian, maka prospek penurunan suku bunga acuan di Negeri Paman Sam menjadi samar-samar. Ini yang membuat dolar AS perkasa.
“Pasar memperkirakan penurunan suku bunga akan moderat saja. Siklus pelonggaran moneter yang agresif sepertinya sulit terjadi,” kata Jason Pride dari Glenmede, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Fokus pasar yang tertuju kepada dolar AS membuat aset-aset berisiko di Asia menjadi kurang peminat. Akibatnya, IHSG dan indeks saham utama Asia harus berkubang di jalur merah.
(aji)




























