Logo Bloomberg Technoz

Riuh Martabe Dikelola Perminas, Minat Investasi Tambang Terimbas?

Azura Yumna Ramadani Purnama
29 January 2026 13:20

Operasional di tambang emas Martabe./Bloomberg-Dadang Tri
Operasional di tambang emas Martabe./Bloomberg-Dadang Tri

Bloomberg Technoz, Jakarta – Indonesia Mining Association (IMA) mewaspadai pencabutan izin usaha tambang emas Martabe milik PT Agincourt Resources (PTAR) bakal memengaruhi minat investasi di sektor mineral dan batu bara (minerba) Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan usai pemerintah mempertimbangkan mengambil alih tambang Martabe untuk dikelola oleh badan usaha milik negara (BUMN) pertambangan baru bentukan BPI Danantara, yaitu Perusahaan Mineral Nasional (Perminas). 

Ketua Umum IMA Rachmat Makkasau mengajak seluruh pihak untuk menjaga investasi di sektor tambang, termasuk memberikan penilaian yang adil terhadap Agincourt Resources selaku pengelola tambang Martabe.


Terlebih, kata dia, pendapatan negara dari sektor pertambangan pada tahun lalu mencapai Rp138,37 triliun atau melebihi dari target yang dipatok Rp127,44 triliun.

“Kami percaya bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi lebih detail terkait dengan izin usaha PT Agincourt yang disebutkan akan dicabut. Perusahaan-perusahaan yang beroperasi dengan baik, mengedepankan aspek-aspek environmental, social, and governance [ESG], serta mematuhi peraturan yang berlaku, termasuk aspek pengelolaan lingkungan hidup - tentunya akan tetap dapat beroperasi,” kata Rachmat melalui keterangan tertulis, dikutip Kamis (29/1/2026).