Bloomberg News mengabarkan, pemerintahan Presiden Donald Trump membatalkan fasilitas pinjaman kepada Arizona Public Service Company senilai US$ 1,8 miliar untuk pengembangan energi bersih. Total, Trump membatalkan sekitar US$ 30 miliar pinjaman di sektor energi.
Pada era pemerintahan Presiden Joseph ‘Joe’ Biden, Departemen Energi AS memberikan pembiayaan sekitar US$ 400 miliar untuk pengembangan energi baru-terbarukan. Kini Trump memilih untuk membiayai program energi prioritas seperti batu bara, gas alam, nuklir, dan mineral kritis.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana proyeksi harga batu bara untuk hari ini, Kamis (29/1/2026)? Apakah akan terjadi kenaikan tiga hari beruntun?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), batu bara berada di zona bullish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 54.
RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish. Namun RSI batu bara belum jauh dari 50 sehingga bisa dibilang cenderung netral.
Adapun indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 60. Menghuni area beli (long) yang kuat.
Untuk perdagangan hari ini, harga batu bara sepertinya masih akan bergerak terbatas. Target support ada di US$ 108-106/ton.
Namun kalau harga batu bara masih bisa naik lagi, maka US$ 110-117/ton bisa menjadi rentang target resisten.
(aji)





























