Logo Bloomberg Technoz

IHSG Babak Belur Nyaris Trading Halt, Begini Saran Lo Kheng Hong

Houtmand P Saragih
28 January 2026 13:43

Lo Kheng Hong. (Bloomberg Technoz/ Houtmand P. Saragih)
Lo Kheng Hong. (Bloomberg Technoz/ Houtmand P. Saragih)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Investor kawakan yang dijuluki Warren Buffett Indonesia, Lo Kheng Hong, merespons koreksi dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Rabu (28/1/2026). Lo tak memungkiri kejatuhan IHSG disebabkan pandangan terbaru Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar saham Indonesia. 

Bagi Lo, cara pandang investor dalam memilih saham yang terpaku pada acuan MSCI dalam menetapkan satu saham masuk sebagai konstituen indeks bukan cara satu-satunya cara melilih satu saham tempat berinvestasi. Lo yang merupakan salah satu investor ritel tersukses di Indonesia dan penganut value investing dengan sebutan sleeping investor ini mendorong investor untuk lebih fokus pada kinerja fundamental. 

"Saran untuk investor agar ketika ingin membeli saham bukan karena sahamnya berpotensi masuk MSCI, tetapi membeli saham perusahaan karena kinerja bagus, cuannya besar dan valuasinya murah," kata Lo melalui pesan singkat, Rabu (28/1/2026). 


Hari ini MSCI memberlakukan pembekuan kebijakan indeks untuk saham-saham Indonesia secara efektif segera. MSCI menyimpulkan transparansi kepemilikan saham di Indonesia belum memadai untuk penilaian free float yang akurat. 

Data kepemilikan dari KSEI dianggap belum cukup dapat diandalkan dan peningkatan data dari IDX belum mengatasi masalah fundamental terkait investability dan pembentukan harga yang wajar.