Logo Bloomberg Technoz

Harga Minyak Global Melonjak Usai Trump Ultimatum Iran

News
29 January 2026 08:20

Kilang minyak. (Bloomberg)
Kilang minyak. (Bloomberg)

Rong Wei Neo - Bloomberg News

Bloomberg, Harga minyak naik tiga hari berturut-turut, setelah Presiden Donald Trump memperingatkan Iran agar membuat kesepakatan nuklir atau menghadapi serangan militer. Ancaman ini memicu kekhawatiran tentang potensi ketidakstabilan dan gangguan di Timur Tengah.

Minyak West Texas Intermediate (WTI) naik mendekati US$64 per barel setelah naik 1,3% pada sesi sebelumnya dan ditutup di level tertinggi sejak akhir September. Dalam unggahan media sosial pada Rabu, Trump mengatakan kapal-kapal AS yang ia perintahkan ke wilayah tersebut siap melaksanakan misi mereka "dengan cepat dan keras, jika perlu."

Minat terbuka opsi beli Brent meningkat dengan kecepatan yang luar biasa cepat. (Bloomberg)

Ancaman terbaru Trump telah menyuntikkan premi risiko ke dalam harga, meski pasar menghadapi tekanan penurunan pasokan yang melimpah. Trader membayar premi untuk opsi beli bullish untuk jangka waktu terpanjang dalam sekitar 14 bulan guna melindungi diri dari risiko konfrontasi baru antara AS dan Iran.

Pasar opsi menjadi saluran utama bagi para trader yang bertaruh pada peningkatan risiko geopolitik di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir. Premi untuk opsi beli (call option) melonjak setelah AS melakukan serangan militer terhadap Iran pada 2025, tetapi kemudian anjlok setelah diketahui bahwa fasilitas minyak Iran terhindar dari serangan.