B50 Diramal Telan Rp65 T, Wacana PE CPO Naik Jadi 12,5% Efektif?
Azura Yumna Ramadani Purnama
28 January 2026 11:20

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar energi meramal kebutuhan dana insentif untuk menjalankan program mandatori campuran solar dan biodiesel 50% (B50) bakal mencapai Rp65 triliun apabila jadi dilaksanakan pada semester I-2026 dan dianggarkan untuk periode satu tahun.
Adapun, jika dianggarkan untuk periode enam bulan, pada semester II-2026 pemerintah diprediksi butuh menyiapkan dana insentif sebesar Rp32 hingga Rp38 triliun.
Ketua Kelompok Kajian Ketahanan Energi untuk Pembangunan Berkelanjutan (K3EPB) Universitas Indonesia Ali Ahmudi Achyak berpendapat rencana kenaikan pungutan ekspor (PE) minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) sebesar 12,5% pada Maret tahun ini bisa saja mendanai mendanai program tersebut.
Akan tetapi, pendapatan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dari PE CPO akan sangat tergantung dengan harga minyak kelapa sawit global sehingga bisa saja tetiba kebutuhan dana berkurang.
“Secara teoritis, PE CPO 12,5% bisa untuk membiayai insentif B50, tetapi belum tentu cukup dan sangat tergantung harga CPO global,” kata Ali ketika dihubungi, Rabu (28/1/2026).































