Logo Bloomberg Technoz

Profil PT Pakerin, Pabrik Kertas yang Disebut Mau PHK 2.500 Buruh

Mis Fransiska Dewi
27 January 2026 10:04

Ilustrasi PHK. (Bloomberg Technoz/Asfahan)
Ilustrasi PHK. (Bloomberg Technoz/Asfahan)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyebut sekitar 2.500 buruh PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin) di Mojokerto, Jawa Timur terancam mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Berikut profil PT Pakerin. 

Ancaman PHK tersebut diakibatkan dana perusahaan sekitar Rp1 triliun yang tertahan di BPR Prima sejak 2025 imbas perseteruan keluarga pemilik, sehingga tak bisa digunakan untuk berjalannya perusahaan. Padahal, pabrik tersebut mulanya dalam keadaan yang sehat.

Di samping status kerja yang tidak jelas, upah buruh juga tak dibayarkan selama tiga bulan.


PT Pakerin didirikan oleh Soegiharto pada 1977 di Desa Bangun, tepatnya 38 Km Barat Daya dari Kota Surabaya, Jawa Timur. Pendirian pabrik tersebut diawali karena banyak pabrik gula di Indonesia menghadapi permasalahan dalam pembuangan limbah. 

Pabrik gula tersebut harus menyediakan biaya yang cukup signifikan untuk pembuangan limbah. Seperti pabrik gula, pabrik yang menghasilkan kardus dan kertas cetakan juga mengalami kesulitan untuk membuang limbah, barang buangan, dan potongan-potongan kertas.

Artikel Terkait