"Nanti kita tindak dengan cepat. Ada perusahaan baja, ada perusahaan bangunan. Banyak perusahaan. Tapi yang saya heran adalah ada perusahaan yang familiar, perusahaan dari asing bisa beroperasi di sini," ujar Purbaya, belum lama ini.
Temuan tersebut, kata Purbaya, juga diungkap usai dirinya mendapat sindiran dari Presiden Prabowo Subianto saat retreat kabinet yang berlangsung di kediaman pribadi Prabowo, Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Purbaya mengatakan bahwa dalam retreat yang digelar pada Selasa (6/1/2026) lalu, Prabowo sempat mengatakan bahwa pemerintah kerap dibohongi oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Bea Cukai (DJBC).
"Saya disindir lagi dalam pertemuan kemarin dengan Presiden di Hambalang, dia bilang 'Apakah kita akan mau dikibulin terus oleh pajak dan bea cukai?' Itu pesan ke saya dari presiden walaupun dia enggak ngeliat ke saya," ujarnya.
Praktik tersebut juga kerap tidak terdeteksi oleh kedua lembaga di bawah naungan Kementerian Keuangan tersebut. Praktik penghindaran pajak yang turut melibatkan pegawai DJP dan Bea Cukai juga menjadi sorotan Prabowo.
(lav)




























