Pidato presiden ini menjanjikan untuk mengungkap detail upaya besar dalam mengatasi masalah keterjangkauan di dalam negeri—audiens di Davos menjadi panggung bagi Trump untuk memoles kredibilitas populisnya, dengan kebijakan yang mengancam menargetkan pemangku kepentingan berpengaruh, termasuk bank-bank Wall Street, perusahaan investasi, pengembang perumahan, dan perusahaan asuransi kesehatan.
Namun, pembukaan pidatonya ditujukan pada audiens di Davos karena ia menggambarkan Eropa sebagai wilayah yang tak dapat dikenali akibat imigrasi massal dan fokus pada energi hijau, yang telah lama ia cemooh sebagai "penipuan."
"Saya ingin membahas bagaimana kami mencapai keajaiban ekonomi ini, bagaimana kami berencana meningkatkan standar hidup warga negara kami ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan mungkin bagaimana Anda juga, dan tempat asal Anda, dapat berbuat jauh lebih baik dengan mengikuti apa yang kami lakukan karena beberapa tempat di Eropa bahkan tidak lagi dikenali, jujur saja," ungkap Trump.
"Mereka tidak dapat dikenali. Dan kita bisa memperdebatkannya, tetapi tidak ada gunanya berdebat."
Trump mengakui suasana yang tidak biasa untuk pidato ekonomi populis semacam ini.
"Senang sekali bisa kembali ke Davos yang indah di Swiss, dan berbicara di hadapan begitu banyak pemimpin bisnis yang terhormat, begitu banyak teman, beberapa musuh, dan semua tamu terhormat," ucapnya.
(bbn)




























